Antara Aku Kamu dan Dia


Hmm hari ini sangat berat bagiku, harusnya aku pergi ke Jonggol dari pagi, tapi karena kesalahan komunikasi , membuat aku seharian tetap tinggal di rumah, jaga posko.

Awal nya, pengen marah, tapi sesaat aku tidak jadi marah, cuaca ekstrim, hujan kayak di tuang, jadi sangat bagus untuk tetap diam di sarang,, 😀 emang burung? Baca lebih lanjut

Dulu


Dulu,
Kita …
Pernah memiliki, impian tentang masa depan yang indah..
Lalu..
Lalu waktu berkata lain, kau pergi jauh, dan aku terdampar di sini
Kita melanjutkan hidup masing2

Bertahun2…
Pertanyaan menuntut jawaban..
Mengapa .. mengapa.. dan mengapa..

Pencarian itu berujung
Pada rasa sakit, tak berdaya, dan putus asa

Kenapa kita tak bersatu

Karna Allah …
Mau kau tetap sempurna di mataku

Karna Allah…
Ingin aku tetap sempurna di matamu

Tanpa cacat..

Tetap lah jadi bintang di hati ku

Semoga Allah melimpahkan rahmat Nya kepada kita semua.

Aamiin..

LovebyNovember

Hari Ini


🍁Hari ini, siapapun kita, menjadi apapun diri kita, jadikanlah semuanya sebagai jalan menuju surga

🍁Pengusaha, karyawan, pedagang, pelajar, mahasiswa dan apapun kita, jadikan semuanya sebagai jalan kebaikan

🍁Jangan rendahkan diri kita hanya dengan memiliki tujuan-tujuan duniawi saja

🍁Ingat, hidup di akhirat kelak itu kekal. Jadi jangan sampai kita hanya punya cita-cita sampai di dunia saja ya

🍁Moga yang hari ini kerja dilancarkan rezekinya. Moga yang hari ini sekolah atau kuliah diberkahi ilmunya. Moga para Ibu yang di rumah mengurusi keluarga juga disehatkan selalu. Aamiin

👤KH.Yusuf Mansur

Adab Utang Piutang


ADAB UTANG PIUTANG

Kemarin ada yang mengirimi saya tentang adab ini, saya cari arti kata ADAB di wikipedia bahasa Indonesia, artinya Adab adalah “norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama, terutama Agama Islam. Norma tentang adab ini digunakan dalam pergaulan antarmanusia, antartetangga, dan antarkaum.”

Utang ternyata ada ADABNYA.. ada aturannya, yuk dipelajari!

1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang.

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ… سورة البقرة 282

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya.”
(QS Al-Baqarah: 282)

2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang.

‎عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏‏أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا . رواه ابن ماجة 2410

“Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI.”
(HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)

3. Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.

‎أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ “‏ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ ‏”‏ ‏.‏ رواه مسلم 1886

“Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang”.
(HR Muslim)

4. Jangan merasa tenang kalau masih punya utang.

‎قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏”‏ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ ‏”‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة 2414

“Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.”
(HR Ibnu Majah ~ shahih)

5. Jangan pernah menunda membayar utang.

‎أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ “‏ مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ ‏”‏‏.‏ رواه البخاري 2287 ، مسلم 1564 ، النسائي 4688 ، ابو داود 3345 ، الترمذي 1308

“Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman.”
(HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang.

‎فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏”‏ أَعْطُوهُ فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً ‏”‏‏.‏ رواه البخاري 2392 ، مسلم 1600 ، النسائي 4617 ، ابو داود 3346 ، الترمذي 1318

“Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang.
(HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang.

‎قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ “‏ أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلاً كَانَ سَهْلاً مُشْتَرِيًا وَبَائِعًا وَقَاضِيًا وَمُقْتَضِيًا الْجَنَّةَ ‏”‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة 2202 ، النسائي 4696

“Allah ‘Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang.”
(HR An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

8. Jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit.

‎قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ‏ “‏ نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ ‏”‏. رواه الترمذي 1078 ، ابن ماجة 2506

“Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan.”
(HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang.

‎قَالَ ‏”‏ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ ‏”‏‏.‏ البخاري 2397 ، 833 ، مسلم 589 ، ابو داود 880 ، النسائي 5472 ، 5454

“Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar.”
(HR Bukhari dan Muslim)

10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.

‎…وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا… سورة الإسراء 34

“… Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban ..”
(QS Al-Israa’: 34)

11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi utang.

‎وَمَنْ آتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَعْلَمُوا أَنْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ ‏”‏ ‏.‏ رواه النسائي 2567 ، ابو داود 5109

“Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya.”
(HR An-Nasa’i dan Abu Dawud)

semoga bermanfaat!
Terus belajar setiap hari..
Yang utangnya belum lunas, teeruss berjuang menyelesaikan!
hidup tenang tanpa utang..

Ditulis oleh: Saptuari

Ketenangan Hati Tanpa Ilusi Riba


KETENANGAN HATI TANPA ILUSI RIBA

Menurut Saya, ujian terberat seorang pengusaha adalah menghindari RIBA.

Kenapa?

Karena Allah melarangnya….

Sangat jelas Allah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an tentang haramnya riba ini. Misalnya:

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa…” (Q.S. Al-Baqarah: 276)

Luarbiasanya, Allah memerintahkan pada kita untuk menyuburkan sedekah…

Gak hanya itu, jual beli sangat Allah halalkan…

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit jiwa (gila). Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (Q.S. Al-Baqarah: 275)

Silahkan tonton disini
>> https://youtu.be/CT7xvfHUHEU

Sumber: Chanel Dewa Eka Prayoga