Di ujung malam bersama tuan


Melewati malam bersama tuan dan nyonya, membelah kebisingan kota Jakarta, meluncur pelan karena bukan hanya kita yang ada di jalanan ini, entah karena alasan malam minggu sehingga lintasan berlalu sangat lamban.

Tuan tuan dan nyonya bercerita penuh semangat, dari kuliner sampai pejabat semua di bahas, dan aku hanya menjadi pendengar yang baik, aku lelah tuan, bersender di jok ini dengan posisi yang senyaman mungkin, tetap saja aku tak bisa tidur, bukan hanya tubuh ku yang lelah, tapi hati ku juga lelah.

Sekalipun di samping tuan sudah ada teman bicara, tapi tuan tetap saja mengajak aku bicara, walaupun hanya sekali sekali, aku pun hanya bisa menjawab seadanya, agar tuan tak merasa di acuhkan.

Tau kah tuan apa yang membuat aku lelah ?, perjalananku siang tadi, itu sangat melelahkan, bertemu dengan teman teman lama, beberapa jam saja bertukar kabar dan berbagi cerita, bahagia , yah aku bahagia, tapi di tengah kebahagiaan itu ada badai tuan …

Seorang teman, yang aku memang tak ingat tentang dia dulu, tapi ternyata dia sangat mengenal aku, dan tuan tau apa yang membuat aku terpukul ?.

Dia membongkar sebuah cerita yang aku sendiri tidak yakin dengan kebenaran kisah itu , tapi yang membuat aku sangat terpukul, dia membicarakan nya di depan teman teman yang lain…

Tuan …

Aku sangat malu, serasa berjuta juta bintang berterbangan di sekitar kepalaku, wajah ku berasa sangat panas, aku yakin wajah ku sangat merah …

Tuan, bisakah tuan membunuh dia untuk ku?, aku sangat benci kepada orang yang melewati batas, yang lancang, hati ku berasa di hantam tsunami , porak poranda, hitam pekat berawan, dan hujan lebat, hati ku menjadi suram.

Tuan, masih jauhkah perjalanan kita? , aku sangat ingin menjatuhkan tubuhku di kasur , dan menenggelamkan diriku ke dalam mimpi , sekalipun mimpi itu tidak lah indah, tapi setidak nya aku bisa lupa pada kejadian siang tadi.

Jakarta malam ini sangat pekat, tak ada bulan ataupun bintang, mendung menelan semua nya, angin membawa rintik hujan yang mulai luruh satu persatu.

Tuan , aku akan tidur sejenak di sini, bangun kan aku ketika kita telah sampai nanti.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s