2. Tak seindah malam kemaren


 

Harus bagaimana agar kau bahagia?, aku sedikit kecewa ketika menyadari tamu tamu di pesta ku tidak bahagia, atau kurang bahagia, apa yang harus aku lakukan agar bahagia itu hadir di pesta ini.

Tidak bisa aku bayangkan ketika bertemu dengan pak Ketos, selama ini selalu memuji hasil kerja ku. Tapi bagaimana dengan malam ini ?,

“Anay, kerja kamu payah..”

Wah itu sangat memukul harga diriku, pesta ini tiba tiba saja terasa sangat gelap, aku ingin terang benderang, penuh warna merah dan emas, di sebelah barat ada kamar mandi yang besar lengkap dengan ruang ganti, Hmm ya ada 2 sisi , satu untuk wanita dan satu nya untuk pria, lemari besar penuh dengan pakaian pesta, dan meja rias penuh dengan perlengkapan dandan. Itu sempurna…

Oya aku butuh pelayan yang muda dan cantik, mereka akan beredar untuk melayani para tamu, waw pesta yang meriah,, Hmm apa lagi yaa?.

Otak ku buntu, seperti menemukan tembok tinggi, tak ada jalan, apa masih ada kekacauan ?.

Seketika aku berpaling ke arah taman, dan luar biasa pesta itu benar benar terang benderang, merah dan kuning emas mendominasi hiasan taman, indah…

Langkah kaki ku mengarah ke sekelompok teman, sepertinya mereka sedang berdebat, tapi penampilan mereka sudah berubah, cantik tampan dan glamor.. Aha ini baru pesta yang pas.

“Bagaimana rasanya pak ketua Adrinal?”

Bu Desma menanyakan sesuatu.

“Enak, garam nya pas “.

“Tapi itu gosong pak ketua, Hamzah memasak dengan api yang terlalu besar”.

“Ha, tidak tek D , itu pas, langgananku menyukai yang sedikit hangus begitu, tapi soal rasa udah top itu, iya kan pak ketua ?”

“Tidak mungkin, enak kan mana dari buatan aku pak ketua?”.

“Wah , susah kalo di suruh membandingkan , yang penting sekarang di pesta Anay ini hanya telor dadar Hamzah ini saja yang bisa saya makan , yang lainnya tidak, di mana si Anay .. ?”.

“Kalau tau begini tadi aku buatkan telor dadar yang banyak pak ketua “.

“Iya tek D , sayang sekali hamzah juga bawanya cuma sepiring”.

“Pak ketua itu tadi rencananya untuk makan aku dan istri, kami sedang nonton film, tapi tiba tiba aku terdampar di sini, kalau pak ketua mau aku bisa buatkan lagi, tapi apa ada kompor di sini?”.

“Hamzah , bagaimana kalau tek D saja yang masak, kita bisa keliling bertemu teman teman lain”.

“Wah ide bagus ketua, ayok ..”.

Ketua Adrinal dan Hamzah berlalu meninggalkan bu Desma dengan kening berkerut, misalkan ada bulatan di atas kepalanya saat itu , kira kira tulisannya apa ya? Hmm mungkin : apa salah ku kenapa aku di tinggal sendiri?. Ya mungkin begitu seperti yang tertulis di versi kartun manga..

“Anay.. ”

Wah jantungku serasa mau copot, tepukan di pundakku serasa bom yang meledak menghancurkan pertamanan hati ku, lebay.com 😀

Eva tersenyum lebar menatapku dengan tatapan yang penuh bahagia, Hmm bahagia kenapa?

“Anay, ternyata kamu di sini, dari tadi kami semua mencari mu”

Dan, bu Desma juga sudah berada di samping ku, cukup sudah penderitaanku malam ini, di sisi kiri ada Eva dan di kanan ada bu Desma , otoke? Harus bagaimana?..

“Iyap, hadir bu Desma Eva, aku sudah ada di sini”. Senyuman terindahku terpasang untuk mereka berdua, berharap tak ada komentar apapun tentang apapun dan apapun itu..

“Hem, Selamat Ulang Tahun, semoga panjang umur, panjang jodoh, panjang rezeki, semua yang terbaik untuk dirimu Anay”.

Wah, hatiku tersentuh Eva memberikan ucapan yang indah, aku harus jawab apa ya??

“Terimakasih Eva, Aamiin, tapi aku tidak merayakan ulang tahun ku, karena aku bukan anak anak lagi”.

“Apa…?”

Eva cemberut, menatapku, menatap bu Desma dan pergi berlalu meninggalkan kami berdua.

“Bu Desma , Eva marah? Kenapa?”

“Anay, kamu benar benar egois, tidak peka, harusnya kamu terima saja Doa Eva itu, kenapa harus di jawab aku tidak merayakan ulang tahun, karena bukan anak anak lagi, lalu pesta ini untuk apa?”

Bu Desma melotot marah, wah kalau misalkan aku mampu menggambar manga, saat ini di atas kepala bu Desma akan keluar asap yang berwarna kehitam hitaman, horor.. Ih.. Oh ya mata bu Desma akan berwarna merah, serrammm..

“Di agama kita tidak ada yang namanya ulang tahun bu Desma, justru tahun lahir itu arti nya berkurang 1 tahun jatah hidup, jadi apa kah aku harus bahagia?, dan pesta ini terlanjur salah bu Desma, aku tidak mampu mengurusnya, aku kehilangan kendali, aku harus bagaimana bu Desma?”..

Tampang ku sangat sedih agar bu Desma tidak ikut marah seperti Eva, tolong, semoga berhasil .. Semoga berhasil, semangaaattt..

“Pak ketua Adrinal, Hamzah, ni Tut, Roza, Fetria, Risma, bang Veto, Hendra, dll semua, kumpuuulllll…!”.

Wah, aku di sidang, kepalaku tiba tiba saja berputar, pelayan pelayan yang tampan yang cantik seperti artis korea tak lagi mampu menghiburku, aku benar benar gugup.

“Bla, bla, bla,……bla.. ”

Singkat cerita bu Desma menerangkan semuanya dari awal hingga akhir, semua teman teman ku yang hadir, mungkin sekitar 200 orang, salah 445 orang, bukan , mungkin 2.350. Orang, bisa jadi, anggap aja segitu , mereka semua menatap ku, aku tertunduk lesu , aku malam ini menjadi saksi, uhm bukan, aku menjadi tersangka utama.. Ugh.

“Anay, kamu bersalah”. Bang Veto memvonis aku bersalah.

“Nay, umur kita udah kepala 4, masih suka marah marahan, ngambek ngambekan, emangnya kamu anak kecil?, kapan mau berubah?”.

Yanti menatap tajam, tak ada senyum, memang sih dari dulu dari smp yanti susah senyum nya, apa lagi kalo marah, ngomel nya kayak mak mak kehilangan penggorengan.

“Sekarang, aku berasa berumur 17 tahun bu Yanti, apalagi kalo berada di tengah teman teman semuanya”.

Aku tersenyum simpul, mencoba melunturkan kemarahan mereka.

“Nay, kamu salah, jadi harus minta maaf, sekarang”.

Pak ketua Adrinal dengan wajah nya yang penuh wibawa membuat nyaliku ciut, ow takut.. Tolong…

“Pak, aku tidak mau minta maaf..”

Aku merajuk, dan itu membuat pak ketua dan seluruh teman teman ku melotot kearah ku.

“Sudah tau salah tapi tidak mau minta maaf, mau nya apa? Kamu mau teman teman semua yang ada di sini kabur seperti Eva, bisa kosong lapangan ini, kamu sendirian di sini, tidak takut?”

Huh bu Desma bicaranya kaya petasan kecil kecil yang banyak itu, berentet tet tet tet panjang gak berenti berenti, aku tidak takut sendirian di sini, asalkan ada banyak makanan dan internet nya lancar kayak rel kereta, itu teriakan ku tapi hanya dalam hati, mana berani aku menjawab, bisa bisa di keroyok aku, babak belur jadi peyek aku.

“Nay, kamu sekarang mau nya apa , jawab dong, kami semua menunggu di sini?”

Ni tut menghancurkan lamunanku, wah semua menunggu jawabanku, wow kerrrren.. 😀 serasa menjadi idola setanah air 😀

“Aku mau bikin show tunggal.. “.

Jawab ku pasti, dan semua teman teman ku melongo menatap ku tak percaya, mungkin di pikiran mereka, si Anay dulu TK nya di mana, guru nya siapa, kok bisa ya sebodoh ini?, aku tidak bodoh.. Tapi sedikit kurang pintar saja, kalian semua melukai perasaanku.. Ugh.

“Setuju, show tunggal Anay, untuk menyatakan permintaan maaf nya terhadap Eva”.

Risma, wah kamu keren penyelamat ku, kamu benar benar wanita paling seksi di seluruh R90, yes yes yes.. Aku suka gaya loe, kerrren..

“Apa boleh yang seperti itu Risma?”

“Boleh saja pak ketua Adrinal, minta maaf secara langsung Anay malu, dengan lagu itu romantis bingit pak ketua , hebat, keren, ayolah pak ketua, setujui.. Ayo setuju saja”

Risma sekali lagi menjadi penyelamatku, wah ntar aku traktir makan mie ayam di warung perempatan Risma, aku janji, gak bohong, suwer..

“Baiklah, setuju, ayo mulai acaranya”.

Akhirnya pak ketua Adrinal menyetujui show tunggal ku, ketua kami ini mengambil posisi duduk persis di depan ku, di ikuti oleh semua teman teman ku, dan aku yan paling tinggi sendiri, wow, busyet seperti nya ada yang salah..

Wah, show tunggal itu apa ya?

“Lagu apa Nay? Bisa di mulai sekarang?”

Bang Veto menyadarkan aku dari mimpi panjang yang melelahkan, yah aku lelah dan demam panggung, kenapa aku setolol ini? Ups aku tidak tolol, tidak.

“I .. Iya, segera di mulai, Hmm Risma minta tolong sebagai vokalis, bu Desma bagian orgen, aku gitar, bang Veto drum dan ..”

“Kenapa aku yang nyanyi Nay, kan harusnya kamu..?”

Risma protes tak setuju, tapi aku gak punya pilihan lain, karena suara Risma bagus banget, waktu kita karaoke di MM mall bekasi , Risma paling ok, jadi malam ini harus Risma yg nyanyi..

“Risma, terima saja, biar semua cepat selesai, “.

Pak ketua membuat Risma dan yang lain diam dan setuju, Risma maju dan menatap tepat di mata ku, dia marrrah.. Wah musuh ku bertambah satu lagi..

Risma berdiri di posisinya , bu Desma dan bang Veto juga mengambil posisi masing masing, aku gak tau lagi mereka berpikiran apa, yang penting saat ini aku harus egois, untuk menyelamatkan diriku sendiri, caiyooo…

Kami berempat berdiri di hadapan semua teman teman R90, semua mata tertuju pada kami, hening menunggu nyanyian yang akan kami bawakan.

” Assalamualaikum Wr Wb, selamat malam teman teman ku semua, karena kesalahan ku pada Eva, dan mungkin ada banyak teman yang hati nya terlukai oleh ku, aku hanya manusia biasa, tempat nya salah dan khilaf, bukan karena sengaja, tapi karena aku merasa R90 ini adalah keluarga ku, saudaraku, jadi tak mengapa ada salah paham atau ada beda pendapat, karena kita keluarga jadi menurut ku tidak masalah kalau kita sering bertengkar , kan kita saudara, kita keluarga..”

“Nay, maksud kamu, kamu akan terus bertengkar untuk selamanya?”

Yanti menyela dan aku terdiam, apa benar aku akan bertengkar selamanya?, ugh salah lagi, yah sudah lah

“Uhm, ya, eh maksud ku, untuk seseorang yang pergi dalam diam, aku minta maaf, aku minta maaf atas segala kesalahan ku, atas segala kata yang telah aku lontarkan hingga hati mu terluka, aku minta maaf”..

 

Tanpa ada kata kau meninggalkan ku

Menyisakan luka di hati ku

Betapa perihnya relung batinku

Merasakan hilangnya cinta mu

 

Malam ini tak seperti malam

kemaren saat kau peluk aku 

Malam ini tak seperti malam

kemaren saat kau bersama ku

Malam ini .. Tak seindah.. Malam kemaren

 

Jiwa ini tak menduga 

Bila ku harus kehilangan mu

Tak tertahan luka ini

Ku menangis tak kuasa

Tuk menahan pedih nya hati ku

 

Tanpa ada kata kau meninggalkan ku

Menyisakan luka di hatiku

Betapa perihnya relung batin ku

Merasakan hilangnya cinta mu

 

Malam ini tak seperti malam kemaren

Saat kau peluk aku

Malam ini tak seperti malam kemaren

Saat kau bersama ku

Malam ini .. Tak seindah.. Malam kemaren..

 

Malam ini tak seindah malam kemaren, mengalun syahdu dengan musik yang memukau, Risma membawakan lagu ini dengan indah, ada tetes air di pipinya , aku juga terhanyut , ini lagu sedih banget.

Lagu ini berakhir, dan kami berempat menangis, sedih, seakan ada yang hilang, aku Risma bu Desma, kami saling berpelukan, bang Veto gak boleh ikut, kamu kan laki laki, tapi abang juga menangis, dia juga sedih banget.

“Nay, kok lagu nya sedih banget sih?”

Eva mendatangi kami dan ikut menangis bersama, kami menyatukan kesedihan kami, tanpa kata, tanpa bicara, tapi rasa kami satu , kami bersedih.

“Masih ada yang mau di ucapkan Nay..?”

Pak ketua menatap kami, dia tidak menangis tapi ada mendung di wajah nya, terlihat jelas.

“Untuk seseorang yang berlalu dalam diam, aku minta maaf, kalau memang ada kata yang salah, ada perbedaan pendapat, ada perdebatan, bisakah kita lebur menjadi satu kedamaian, demi keluarga besar kita R90 yang tercinta ini, bisa kah kita hapuskan semua rasa yang mengganjal seperti duri dalam daging, demi rumah gadang kita R90 ini, malam ini kita menangis bareng, untuk lunturkan semua kebencian semua dendam semua ego, air mata kita malam ini akan menghapus semuanya, demi keluarga besar kita R90”.

Isak tangis kami semakin pekat, di sana teman teman ku pun ikut menangis, malam ini kita nangis bareng..

“Setuju, teman teman mari kita hapus semua perbedaan , kita sudahi semua persengketaan , setuju “.

Ketua berdiri dan tersenyum, kami semua berbaur, saling bersalaman , saling berpelukan , saling memaafkan, malam ini menjadi hangat dan penuh keceriaan.

“Nay, lagu itu bukannya buat Ahak?, kamu lagi berantem ?”

Eva berbisik di telingaku, dia benar benar kepo, selalu ingin tau, selalu merubah alur cerita sesuai versi yang ada di pikirannya.

“Tidak, aku hanya asal pilih lagu saja tadi, karena teman teman semua melotot ke arah ku, aku panik, yang terlintas lagu itu”.

“Sekarang kamu sudah tidak panik?, ayo minta maaf pada ku secara langsung”.

“Tidak, kan udah tadi”.

“Ayo, secara langsung”.

“Tidak… “.

 

Malam ini tak seperti malam kemaren saat kau bersama ku

Malam ini .. Tak seindah .. Malam kemaren…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s