1. Pesta yang aneh


07 November 2017

Malam ini terasa dingin, tidak seperti malam2 yang lalu , bintang bintang bertaburan di langit tanpa sinar bulan. Dan aku merasa sepi, sendiri, aneh… Aku menginginkan sesuatu yang lain, sesuatu yang membuat aku merasa berbeda, karena aku pantas untuk mendapat kan itu .

Beberapa menit lagi tepat jam 12 malam, artinya akan masuk hari baru, 08 November 2017. Babak baru di mulai dalam hidupku, bertambah 1 th umurku, dan berkurang 1 th jatah hidupku.

Ya Allah, andaikan di ijinkan, aku ingin sebuah pesta yang di hadiri oleh teman2 SMP ku tercinta, aku mau mereka semua hadir dan berikan doa terbaik untuk ku.

Di sebuah taman yang indah , penuh bunga bunga, penerangan yang redup, karena wajahku saat ini sedang berjerawat, aku malu, biarkan teman temanku menatap wajahku dalam sinar yang temaram.

Makanan yang banyak , minuman beraneka ragam, no kopi, suamiku sudah terlalu banyak minum kopi hari ini, di perayaan ulang tahun ku tidak boleh ada kopi, titik.

Apalagi ? … Sepertinya cukup, dan saat ini tepat jam 12 malam, rasa kantuk ini datang begitu tiba tiba, mataku terpejam tak bisa di tahan, tubuhku berasa melayang, sangat ringan…

Dan, aku merasa tidak nyaman, saat mata ku terbuka, semua nya berubah, aku berada di tengah taman yang luas penuh bunga bunga, makanan beraneka ragam tertata rapi di atas meja meja yang di hias indah, minuman juga banyak pilihan, o ya, buah apa ada buahnya ? Ya ampun ternyata tidak ada , apa aku bermimpi?, jemari ku bergerak spontan menuju pipi, tapi ini tidak boleh terjadi , kalau memang ini mimpi. Aku tidak ingin terbangun, setidak nya untuk saat ini.

Tapi mengapa hanya ada aku?, cahaya yang temaram membuat mataku yang minus tanpa kaca mata harus bekerja cukup keras untuk menembus jarak pandang, di ujung sana ada seseorang berdiri, aku mendekat, ya ampun Bu Desma, dia tampak bingung dengan sebuah buku di tangannya, dan pakaiannya , sepertinya dia sudah bersiap untuk tidur.

“Anay? , ini kamu Anay?”

Bu Desma menatap ku tidak percaya, sesaat kami saling bertatapan, dan setelah itu berpelukan cipika cipiki.

“Kita di mana ?”

“Ini pesta ulang tahun ku Bu Desma, kamu tamu pertamaku”.

Senyuman lebarku membuat Bu Desma bingung, dia melihat pakaiannya dan menatap nanar kesekeliling taman.

“Apa ada kamar mandi? Anay apa ada lemari pakaian? Mana mungkin aku berada di pesta mu tanpa berdandan?”.

Aku tersenyum kecut , aku menggelengkan kepalaku, itu adalah hal yang tidak terpikirkan oleh ku tadi, seperti hal nya buah, aku benar benar lupa, Bu Desma tampak kecewa..

Di ujung sana terlihat seseorang mendekat, tubuh nya XXXL, seperti nya aku mengenal nya.

“Ni Tut”

Aku berteriak, ni tut kaget mata indah nya membulat menatap ku, di tangan nya ada infus, dan pakaiannya tampak rapi, ya ampun jam segini Ni Tut masih bekerja?. Ckckck..

“Apa yang terjadi? Ini di mana?”

“Ni Tut tamu ke dua ku, ayo kita kumpul dengan tamu pertamaku”

Tangan Ni tut ku tarik menuju tempat Bu Desma berdiri, sepertinya ini mimpi yang sangat menyenangkan. đŸ˜€

Dalam hitungan detik berdatangan dari seluruh penjuru taman, teman teman ku, kebingungan ada namun hanya sesaat, setelah itu mereka semua saling menyapa saling bertukar kabar dan seperti biasa tawa lepas.

Dari tempat aku berdiri semua terlihat dengan jelas, sekalipun hanya berupa siluet , hati ku berdebar, kerinduan ini benar benar menemukan pelabuhannya.

Semoga malam ini penuh kebahagiaan, tanpa sedih kecewa sakit dan semua rasa yang berujung pada penderitaan .

“Ncu Anay.. ”

Oky entah dari mana datangnya tiba tiba saja sudah berdiri di sampingku, seperti biasa dia tampil memukau penuh pesona, pakaiannya rapi, tapi untuk teman yang satu ini aku harus waspada, hati hati…

“Haa, kata tek D ini pesta ulang tahun ncu Anay , benar?” Oky menatap ku dengan tatapan yang penuh selidik.

“Iya, ini acaraku .. ”

“Hmmm, Anay ini sudah terlalu lama, coba pola makan mu di robah, pagi pagi harus makan buah, banyak minum air putih,, dan …. ”

“Pak Oky, tujuan utama tadi apa ya, langsung pada topik utama saja, bisa?”

“Ups, oo iya, hampir lupa, aku tidak bisa lama lama di sini, tadi aku sedang rapat dengan teman teman , kami sedang membicarakan proyek baru , jadi bisa tunjukkan pada ku jalan keluar?”

Oky menatap ku penuh harap, sesaat lelaki ini menunggu jawaban dari ku.

“Pak Oky, sabar lah kita belum mulai, ya, silahkan bergabung dengan teman teman lain “.

Aku tersenyum dan melangkah meninggalkan Oky yang tampak gelisah.

“Nay, … Aku mau bicara .. ”

Wah, sosok yang satu ini sangat viral di kalangan mak mak, banyak nama yang di berikan oleh teman teman ku, tapi yang paling hits adalah Bang Bidan dan Mr PHP, identik dengan kaca mata hitam, sayang nya malam ini dia hadir dengan piyama dan sebuah guling, aha, ternyata si abang tadinya sedang tidur, ..

“Iya bang bicara aja, ”

“Apa semua teman teman ada di sini?”

“Harus nya ada bang, kenapa?, abang cari siapa?”

“Oh tidak, berati aku harus keliling ,lain kali kalo ngadain acara jangan di saat jam tidur nay “.

“Siap bang , tapi abang suka kan ada di sini malam ini?”

“Ya suka nggak suka, o ya nay, yang nyebarin nama Mr PHP itu siapa ya?”

“Tidak tau bang, abang bisa tanya ke Ni Tut dan Bu Desma, mereka ada di sebelah sana bang”.

Bang Veto meluncur menuju arah yang aku tunjuk, aku tidak yakin apa Ni Tut masih di sana.

Banyak masalah yang akan timbul ketika aku harus bertemu dengan mereka satu persatu, Hmm saat nya untuk sembunyi .

Di sebuah pojok terjadi perdebatan sengit, sepertinya telah terjadi suatu kesalah pahaman..

“Tut, waktu itu kenapa tidak datang, aku menunggu sampai siang , tapi kamu tidak datang..”.

“Datang, aku datang menunggu sampai haus dan lapar, aku kecewa kamu berbohong “.

“Aku tidak bohong , aku tunggu di simpang..”.

“Hamzah, kamu bilang di Minang, aku tunggu di minang”.

“Ya ampun kamu salah dengar Tuti, aku bilang di simpang, bukan di  Minang..”

“NCu Tut, kebetulan kita ketemu di sini, tolong hapus atau hilangkan atau apalah , nama Mr PHP”.

Tiba tiba saja muncul abang Veto menjadi orang ke tiga antara ni Tut dan Hamzah.

“Tidak bisa bang, itu sesuai karakter abang, yang suka kasih harapan palsu.. , iya kan tek Desma?”

Kebetulan Bu Desma pun datang dan bergabung dengan mereka.

“Iya ni tut, bahkan sepatu lampu Anay sampai hari ini belum di kirim “.

“Jangan jadi kompor bu D”.

“Kompor? Kompor siapa? Sebesar apa?”

“Ya Oky, jangan mulai lagi, tidak ada kompor di sini, itu apa?, Hp, simpan, ini pesta Anay, tidak boleh ada yang pegang Hp, tidak boleh pergi ke pulau malam ini”.

“Siap yayang Desma, nih aku simpan”.

Oky menyimpan ponselnya, dan memberikan senyuman lebar kepada teman teman yang ada di sana, dan matanya berhenti saat menatap ni Tut .

“Wah, ncu Tuti 21 tahun itu sudah terlalu lama, apa tidak bosan?, kenapa tidak cari yang baru?”

Hamzah menarik tangan ni Tut menjauh dari kerumunan itu.

“Papii… Kirain papi Oky tidak datang, kan lagi sibuk di pulau”.

Risma cantik datang suasana berubah menjadi cerah đŸ˜€

“Cantik, apa bisa menolak ?, tidak kan?, si Anay sejak jadi istri Ahak berubah menjadi jahat, dulu tidak begitu”.

“Iya betul, buat acara seenak nya aja, aku lagi cuci muka tau tau sampai di sini, ckck..,”

Ada yang berlari mendekat, dan di belakang nya ada sosok yang mengejar membawa sepiring makanan.

“Pak ketos, kenapa lari lari?”

“Waa cantik ini dek wit memaksa untuk mencicipi makanan, aku tidak berselera”.

“Wan ini yang paling enak dari semua makanan yang ada di meja, aku sudah mencoba semua, cicipilah”.

Dek wit menyodorkan piring itu ke hadapan pak ketos, tapi pak ketos mundur dan sembunyi di belakang Bu Desma.

“Apa makanan yang lain tak enak Dek Wit?”.

“Iya Tek D, harusnya si Anay nelfon aku, biar aku buat kan makanan yang enak, kalo masalah harga bisa di atur, tidak akan mahal”.

“Coba , rasanya seperti apa?”.

Bu Desma menjangkau piring yang berada di tangan Dek Wit, tapi piring itu berpindah dengan cepat, Dek Wit tidak izinkan Bu Desma untuk mencicipi nya , ketika Dek Wit berusaha mencari Ketos, orang nya sudah menghilang bersama dengan Oky.

“Tuh kan ilang orang nya Dek Wit, artinya makanan ini untuk kita, benarkan Cantik”.

“Iya Bu D, benar, tapi sayang nya ini bukan jam makan ku, aku tidak mau”.

“Kenapa cantik, kamu tidak lapar?”.

“Bukan masalah lapar, tapi aku harus menjaga kondisi tubuhku supaya tetap bagus”.

“Oo begitu, okelah, artinya ini buat kita berdua Tek D”.

Bu Desma dan Dek wit pun menikmati makanan yang di bawa Dek wit.

Hmm, aku kecewa ternyata pesta ini begitu banyak kekurangan, teman temanku merasa tidak nyaman, tapi apa boleh buat, semua nya sudah terjadi, aku tak bisa berbuat apa apa.

Masih berharap di kondisi yang sangat kekurangan ini masih ada secercah kebahagiaan untuk teman temanku tercinta.

 

Lovebynovember

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s