tertipu


Assalamualaikum Wr Wb .

Jakarta mulai di guyur hujan setiap hari, dari pagi sampai sore langit Jakarta tertutup mendung. Suasana hati tak menentu, dari awal Februari berturut-turut tiga berita duka cita, yang pertama dari pihak suami, yang ke dua dari keluargaku, dan yang ke tiga kembali dari keluarga suami.

Duka cita yang pertama seorang famili dari pihak suami,  15 hari di rawat di Icu rumah sakit Pasar Minggu, suami beberapa kali ikut jaga malam sampai akhirnya meninggal dunia, dimakamkan di kampung halaman, Sungayang, Batusangkar, Sumatera Barat.

Selang dua hari berikutnya, aku dapat kabar kalau salah seorang tua dari keluargaku di rawat di ruang Icu rumah sakit Uki, di rawat selama empat hari dan akhirnya pada Jumat 5 Februari 2016 pukul 18.00 wib beliau menghembuskan nafas terakhir. Aku dan beberapa kerabat lainnya menjadi saksi detik-detik sakratul maut menjelang, kami pihak keluarga meminta kepada pihak rumah sakit untuk tidak melakukan tindakan pada masa kritis itu, kami ingin nenek kami bisa meninggal secara normal. Dan Alhamdulillah semua berjalan lancar, nenek di kebumikan pagi Sabtu jam 9.30 wib di pemakaman umum Pwi Jakarta Timur.

Senin pagi berita duka dari pihak keluarga suamiku, di daerah Kampung Makasar Jakarta Timur, di makamkan hari itu juga.

Benar-benar hari yang melelahkan, bahkan alam pun ikut berduka, hujan tak henti menguyur Jakarta. Hati lelah tubuhpun ikut lelah.

Sekarang setelah semuanya usai, aku ingin istirahat sejenak, sebenarnya belum selesai, Jumat besok aku dan teman-teman alumni SMP N Sungayang 90 akan melayat ke rumah seorang teman, atas meninggalnya ibunda tercinta teman kami Silvia Abas. Tapi jeda beberapa hari ini aku butuh sedikit refresing, sedikit hiburan sebelum aku melanjutkan kegiatan bersama teman-temanku lusa.

Hiburan seperti apa yah.. yang sederhana saja, aku ingin melihat sesuatu hal lucu yang ada dalam keseharianku, lucu-lucuan aja, hiburan untuk diri sendiri aja, kadang berhasil dan kadang tidak😀 .

Yang pertama, kejadian begini beberapa kali terjadi, dan pada akhirnya aku anggap ini suatu hal yang lucu hadiah terbesar dari Allah Swt untuk pengobat hatiku.

Dalam rumah tangga percekcokan dengan suami itu hal yang lumrah terjadi, terkadang hanya gara-gara hal sepele, tapi karena mood yang lagi tidak bagus hal sepele tadi berubah menjadi bencana, hati jadi kacau, sedih, dan pikiran pun terbang kemana-mana, pokoknya bawaannya kesal aja pada suami, sampe nangis di tutupin bantal, di tambah drama korea Rtv lagi tayang pas bagian yang sedih pula, hancur lah hari kalo sudah begitu.

Hidup aku sengsara banget sih…

Gak ada senangnya kayak orang-orang…

Suami gak sayang lagi sama aku…

Mau pulang aja deh ke kampung halaman…

Kayak begitu tuh kalo udah sedih, ngeliat kehidupan tetangga kok lebih enak dari aku, berasa hidup udah paling sengsara banget.

Lagi asik-asiknya nangis mikirin kesengsaraan diri sendiri, eh datang teman manggil-manggil.

“Uni, uni..”.

Langsung deh air mata aku usap ngaca dikit ngeliat ketahuan gak sih kalo habis nangis, kan tengsin juga. Eh yang datang seorang kerabat jauh, dan wajahnya bersimbah air mata, cipika cipiki dan kami duduk, aku tau nih orang hidupnya memang mengenaskan.

Uni, kayaknya aku akan berpisah dari suami, anak sudah bersama kakakku.

Emang itu sudah final, pikir lagilah, kasihan anak.

Udah uni, itu udah keputusan yang terbaik, punya suami juga kayak gak punya, ini udah lima hari gak pulang, aku gak pegang uang sepeserpun, gak makan dari kemaren, mau masak air aja gas habis, gimana mau kerja pikiran udah kacau kayak gini…

Bla-bla, dan seterusnya, panjang banget keluh kesahnya, dan aku menjadi pendengar yang manis.

Kerabatku pulang, tinggallah aku sendiri merenungi apa yang baru saja terjadi, sepertinya Allah Swt langsung memberikan jawaban dari celoteh hatiku tadi, bukan hitungan bulan atau hari, tapi hanya hitungan menit, aku langsung tersadar, ternyata aku bukanlah orang yang paling sengsara, ternyata masih ada yang jauh lebih menderita dari aku, rapuh sekali hatiku.

 

 

Satu pemikiran pada “tertipu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s