pelayan


Siang ini cuaca sangat cerah, matahari bersinar dengan terik, hatiku terasa ikut gerah, tapi sangat sepi ketika aku menyadari diriku berada di taman ini sendiri, tanpa kedua orang teman yang seharusnya sudah ada di sini menemaniku. Rudi sitampan berambut ikal, kulit kuning, tapi ketampanannya tetap belum bisa menandingi ketampananku, itu sudah terbukti dari cerita gadis-gadis yang selalu mengejarku :D  , karena Papanya bekerja di Perusahaan Papaku, jadilah dia teman yang selalu mengikuti kemana saja kakiku melangkah, itu sudah berlangsung semenjak kami bersekolah lanjutan tingkat atas dulu, sampai sekarang aku masuk ke Fakultas Ekonomi, diapun ikut masuk ke jurusan yang sama, entah apa tujuannya, aku tidak mengerti, apa benar-benar ingin mempelajari Ekonomi atau hanya sekedar untuk tetap dekat dengan ku,😀 .

Temanku yang satu lagi adalah Alex, berkulit lebih coklat, rambut hitam subur ikal, lebih pendek dari Rudi, dan wajahnya cukup banyak digilai oleh para gadis, tapi tetap aku pilihan pertama mereka😀 . Alex sudah berada di sampingku semenjak kami bersekolah dulu, jadi pada kenyataannya dari dulu memang kami sudah selalu bertiga, sekrangpun Alex mengikutiku masuk Fakultas Ekonomi, apa tujuannya, aku juga tidak tahu.

Taman ini cukup luas, meskipun aku sendirian duduk di sini, banyak juga mahasiswa mahasiswi yang berseliweran di sini, alasannya tidak lain adalah ini taman yang di sediakan oleh Fakultas, katanya sih untuk kenyamanan mahasiswanya, lumayan juga, cukup membantu. Cukup hijau, cukup teduh, cukup segar, dan cukup indah, yaa cukuplah untuk sejenak beristirahat dan merasakan udara yang segar.

Dari ujung sana aku melihat seorang gadis berjalan ke arahku, ou, Susan, tidak salah lagi, itu Susan, pikiranku melayang ke hari kemaren, sewaktu makan siang, aku melihat dia makan siang berdua dengan Leon, yah Leon itu seniorku, tapi dia mengambil jurusan Hukum, dan kami memiliki rahasia keluarga yang sampai saat ini masih menjadi dinding pemisah antara keluarga aku dan keluarga Leon, kami menjadi seperti orang yang tidak saling kenal, bahkan lebih parah, kami seperti orang yang harus saling menghindar, dan itu adalah masalah keluarga besar, rahasiaku, dan juga dia. Mengenai Susan, si cantik yang sudah aku kenal semenjak Sekolah dulu, dia bukan salah satu dari gadis penggemarku, dia termasuk seorang gadis kaya dengan selera yang cukup tinggi, sekarang aku baru menyadari, kalau Susan menjatuhkan pilihannya pada Leon, hmm, tentu saja dia menganggap Leon jauh di atasku, huf hatiku terasa sedikit nyeri menerima kenyataan ini.

Masalahnya kemaren siang, aku justru memperhatikan seorang gadis lain yang berada di luar, dan menatap tajam ke arah Susan dan Leon, Rudi dan Alex sempat menyebutkan nama gadis itu, tapi ahk aku lupa lagi, siapa nama gadis itu, ada misteri terselubung dengan gadis itu, dia hanya seorang gadis biasa, levelnya jauh di bawah Susan, aku tau itu dengan pasti, aku penasaran saja mengapa dia menatap Susan dan Leon, apa yang sedang dia lakukan.

“Hoho, lihat siapa yang sedang melamun di sini?”.

Susan sudah berada di hadapanku, dia tertawa mengejekku, aku kaget, tidak biasanya dia datang menghampiriku.

“Caesar, pangeran tampan idaman para gadis bodoh, sedang apa kau di sini?”.

Lihat, dia seenaknya menambahkan gelar di belakang namaku.

“Hmm, kau pikir sedang apa?, pastinya tentu bukan menunggumu, atau kau yang sedang merindukan aku?”.

“Caesar, kau bukan tipeku, kau sudah lihat kemaren siangkan?, itu yang aku idamkan selama ini, kau tidak ada apa-apanya dibanding dia, jangan patah hati ya?”.

“Hahaha, patah hati karenamu?, tentu tidak, oya, aku tidak bisa berlama-lama bicara denganmu, aku tidak mau ada gosip di antara kita, kau tau kan?, aku sekarang harus menghindari gosip-gosip murahan sejenis itu”.

“Ou tentu, aku juga tidak akan berlama-lama bicara denganmu, aku juga banyak urusan, begini, aku langsung saja pada pokok permasalahannya, kemaren kau juga lihatkan, gadis yang di luar, gadis yang mengintip kami makan siang?, kau taukan siapa dia?, nah aku mau minta tolong padamu, talong jauhkan dia dari Leonku”.

“Aku tidak mengenal dia, dan kenapa kau minta tolong padaku, itu urusanmu, tidak ada hubungannya denganku”. Aku bingung dengan permintaan Susan, aneh, sangat aneh.

“Apa?, kau tidak mengenal dia?, apa kau pikun?, dia itu Alana, si tukang tidur, si pungguk, si bodoh yang menjadi bayanganmu bahkan selama lima tahun dia membayangimu terus, seluruh teman-teman sekolah kita dulu tau hal itu, dan kau tidak mengenalnya?, hellowww … kemana saja kau selama ini?, kau membuat aku ingin muntah”.

“Yaa, muntahkan saja semua isi perutmu, aku benar-benar tidak mengenal dia, kau sudah selesaikan, sekarang pergilah, aku tidak tertarik dengan omong kosongmu”.

“Caesar, aku serius, sebentar lagi aku akan bertunangan dengan Leon, tapi masalahnya, Leonku sangat menyukai si pelayan itu, jadi aku mohon padamu, tolong bantu aku, jauhkan dia dari Leonku, tolong, cuma kamu yang bisa melakukannya, karena kau adalah cinta pertama si pelayan itu, kalau kau datang, aku yakin dia akan berbalik padamu dan meninggalkan Leon, tolong aku Caesar, tolong”.

“Kau semakin ngaco ya, apa kurang jelas kata-kataku tadi?, aku tidak kenal dengan dia, aku tidak bisa menolongmu, itu bukan urusanku, pergilah”. Aku mulai kesal dengan tingkah si keras kepala ini.

“Caesar, ini aku tinggalkan alamat Toko Roti di mana Alana bekerja sebagai pelayan, kau lihatlah dulu, siapa tau kau berubah pikiran, aku yakin orang-orang seperti kita tidak mempunyai pilihan untuk masa depan kita, semua sudah di tentukan, tapi aku tau kau selalu menginginkan kesenangan, semoga saja ini menjadi hiburanmu, sekarang aku yang di tunangkan, tapi bisa saja giliranmu selanjutnya, pikirkanlah, kalau benar kau besok di tunangkan dengan gadis yang sama sekali tidak kau sukai, setidaknya si pelayan ini akan menjadi hiburanmu di akhir masa lajangmu”.

Kejam sekali gadis ini, kata-katanya sangat merendahkan kaumnya sendiri, aku diam tidak berniat membalas ucapannya, aku ingin dia segera berlalu. Susan benar, kami memang tidak punya pilihan, Pendidikan, Jodoh, Pekerjaan, semua sudah di atur, kami seperti anak-anak kerbau, harus mengikuti semua ketentuan yang sudah di atur oleh orang tua kami, tak ada jalan keluar, kami harus patuh, ini sangat menyedihkan.

“Caesar, kau sakit?”. Rudi berdiri tepat di depanku, matanya yang bulat mengecil menatapku.

“Tidak, aku bosan menunggu kalian berdua”.

Alex : “Maaf bos, kami dari tadi sudah ada di sana, tapi karena ada Susan di sini, kami diam di sana menunggu dia pergi, sepertinya dia serius sekali bicara denganmu, apa dia memberi penjelasan tentang si Leon itu?”.

“Entahlah, dia membuat aku bingung, dia mengatakan tentang si gadis yang kemaren mengintipnya itu”.

Rudi : “Alana?, si tukang tidur itu?, kau tau dulu kerjanya hanya tidur, di kelas, di perpustakaan, di kantin, di pojokan, setiap ada kesempatan dia selalu tidur, makanya, salah satu gelarnya adalah si tukang tidur”.

Alex : “Si Pungguk, karena dia selalu menatapmu penuh kerinduan, dari jauh matanya selalu tertuju padamu, karena dia termasuk gadis yang ekonomi lemah, anak-anak manamainya si Pungguk yang merindukan Bulan, kau adalah Bulannya dan dia si Pungguk itu”.

Rudi : “Gelar selanjutnya adalah Bayang-bayang mu, karena kegiatan dia di sekolah adalah mengikutimu dari jarak tertentu, itu dia lakukan hampir selama lima tahun, dan sepertinya kau adalah cinta pertamanya, apa kau ingat sekarang?”.

“Sumpah, aku tidak ingat apapun tentang itu, kenapa kejadian seperti itu aku bisa tidak tau?, ini aneh”. Aku sepertinya menyesali telah melewati hal seperti itu.

Alex : “Wajar kamu tidak ingat, karena kamu sangat sibuk dengan sederet gadis cantik yang setiap hari mengelilingimu, jadi hal seperti itu tidak akan menarik perhatianmu”.

“Baiklah, sekarang kita belajar dulu, mungkin setelah ini kita akan pergi ke Toko Roti, tiba-tiba saja aku ingin makan Roti”.

Aku berjalan meninggalkan kedua temanku itu, dan selembar kertas iklan dari Toko Roti yang di berikan Susan tadi aku lipat kecil dan ku simpan di tempat yang aman, sepertinya hatiku menjadi sangat penasaran, si pungguk, si tukan tidur, si bayangan, si penjahat cinta pertama dan si pelayan, banyak sekali namanya, aku sungguh penasaran.

Jakarta 20 April 2015

Love By November

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s