psikopat 1


Jumat yang cerah, matahari bersinar sangat terang, udara segar, si nuri berkicau riang saat melihat air mandinya datang di bawakan sang tuan. Hidup yang sangat indah, tersenyum tertawa bergembira bersama kawan, di saat pagi menari dengan musik Bailando, lanjut dengan Why Bi Rain, lanjut dengan because i’m stupid Kim Hyun Joong, dan beberapa lagu lawas Indonesia, membuat jiwa kembali terbakar, bersama tubuh yang semakin memanas, hmm hari ini terasa sangat lumayan.

Semua bisa saja terjadi, tanpa kau sadari, semuanya mengalir seperti air yang mencari tempat paling rendah, mengalir dan terus mengalir. Ketika semua kegiatan selesai, perasaan sangat nyaman mulai merasuki tubuh, apa lagi yang akan aku kerjakan, hakhakhak, apa lagi kalau bukan menemui dia, 4 W untuk ku, Waw  Waw Wi Wau, ini adalah waktuku bersama dia, aku selalu menantikan waktu seperti ini, waktu yang sangat berharga menurutku, waktu yang sangat spesial.

Ketika semua persiapan sudah ok, aku mencari posisi enak, yang paling aku suka adalah tiduran di atas kasurku, dengan bantal yang agak tinggi di kepala dan memeluk sebuah bantal guling, posisi ini paling aku suka, dan film itu mulai di putar, semoga saja kasetnya tidak ada yang rusak, jangan buat aku kecewa hari ini.

Di saat seperti ini, aku paling benci terhadap gangguan sekecil apapun itu, dan, tara, kau muncul sebagai penggangguku nomor satu, kau datang sesukamu, masuk ke kamar tidurku, mengacak kasurku, mengacak rambutku, aku sangat membenci kamu, dalam dunia ini, orang sepertimulah yang sangat aku benci.

“Hay, Lana, kau tidak ada kerjaan hari ini?”. Kau sengaja duduk di depanku, menatapku dengan tawamu yang lebar itu, dan sekarang kepalamu menjadi lebih besar dari pada layar TV ku.

“Aku sedang bekerja, kau tidak lihat?”. Aku berteriak padamu dan mendorong tubuhmu yang rasanya semakin besar.

Kau menjauh dari ku, tapi tatapanmu semakin lekat padaku, kau berdiri dengan bola matamu yang bulat, senyummu sudah hilang, dan aku tidak perduli. Tapi sesaat kemudian kau mematikan TV, DVD, dan semuanya tiba-tiba saja menjadi seperti neraka bagiku, aku menjadi sangat muak padamu, dan kau menyadari itu.

“Lana, kita perlu bicara”. Kau duduk di hadapanku, wajahmu sudah tidak tersenyum lagi, tiba-tiba aku menjadi takut, aku sadar kau adalah nyata bagiku, sedangkan dia hanyalah hayalanku yang menyapaku dari balik layar.

“Bicara apa”. Aku duduk menatapnya, menanti detik detik yang bisa saja membuat aku meledak seperti bom waktu.

“Sudah berapa kali kau menonton Film ini?”.

“Sebelas,  bukan, ini yang ke dua belas kalinya”.

“Kau tidak bosan?”.

“Tidak, aku sangat suka dengan Film ini”. Aku tersenyum menatap Leon, singa jantanku yang sudah menjadi pelindungku sejak dulu.

“Kau bukan menyukai Film ini, tapi kau menyukai orang ke tiga dalam Film ini, benarkan?, kenapa kau menyukai dia?, ada empat pangeran di Film ini, tapi kau memilih dia, kenapa?”. Kau bertanya, dan ini sudah beberapa kali kau tanyakan padaku, tapi baiklah aku akan menjelaskannya lagi untukmu.

“Karna dia tampan, dia dingin, dia penyayang, dia sabar, dia menjadi pelindung, dia pandai menyanyi, dia ..”.

“Di Film yang satu lagi, apa kau juga menyukainya?”.

“Tidak terlalu, di Film itu dia menjadi peran utamanya, Happy Ending, akhirnya mereka menikah, sifatnya masih bermasalah, diam dan dingin, kaku, dan tidak tau bagaimana memperlakukan gadis yang dia suka, tapi aku tidak terlalu suka dia dalam Film itu, aku menyukai karakter dia di Film pertamanya ini”. Aku tidak yakin, apa kau mendengar penjelasanku ini.

“Bagaimana dengan akting dia?, apa menurutmu bagus?”.

“Hmmm, masih kalah jauh dari teman-temannya sih, akting dia tidak berkembang, dari Film pertama sampai Film berikutnya tidak menunjukkan perkembangan yang bagus, sepertinya dia hanya modal tampang doank”. Jawabku sedikit kecewa, itulah kenyataan tentang dia yang aku suka.

“Kau mulai pintar sekarang, otakmu ternyata tidak tumpul-tumpul amat, aku pikir kau buta dengan yang lain, ternyata kau tidak buta, sudah lihat aksi panggung di konser-konsernya?, bagaimana menurutmu?”.

“Aku tidak suka, sangat alay, sedikit lebay, lagunya juga tidak ada yang aku suka”. Aku mulai memikirkan tentang aksi panggungnya, sungguh mengecewakanku.

“Please be nice for me, bagaimana menurutmu?”.

“Karakter terkuat yang bisa dia perankan, yah seperti itu, karakter sakit jiwa, psikopat, hanya karakter itu yang cocok untuk dia, karakter kesedihan, karakter kesendirian, karakter orang ketiga yang selalu tersakiti, itu karakter yang sangat cocok untuk dia, tapi lagunya membuat telingaku sakit, aku tidak suka”. Kau sepertinya senang dengan penilaianku.

“Lalu, bagaimana dengan Film yang dulu di hebohkan dia adalah kandidat terkuat sebagai pemeran utamanya, tapi entah karena alasan apa, ternyata orang lain yang memerankannya”.

“Aku senang dia tidak bermain di Film itu, karakter di Film itu sangat menjijikkan, Film yang mendapat sorotan dari berbagai kalangan, Film yang dikatakan sebagai penghinaan untuk kaum lelaki, aku akan sangat sedih sekali kalau dia menjadi pemeran utama dalam Film itu”. Mataku kembali bersinar, ini satu hal yang membuat aku senang, bintangku tidak menerima peran seburuk itu.

“Lalu, kau sudah baca artikel terbaru tentang dia?, bagaimana menurtmu?”.

“Pas sekali dengan semua karakter yang dia mainkan dalam setiap Filmnya, ternyata dia memang seorang Psikopat, sakit jiwa, pacar sendiri di sakiti seperti itu”. Aku benar-benar kecewa dengan artikel itu.

“Baguslah kalau kau tau segalanya tentang dia, umur, tempat lahir, kesukaan dan apa yang tidak dia suka, plus dengan segala kehidupan bintangnya, kau tau segalanya, anehnya kenapa orang seperti itu yang kau suka, setauku seorang Alana dalam menikmati sebuah karya dia selalu menginginkan lebih dari karya itu, sebutkan siapa yang ingin kau temui dalam Drama Tujuh Manusia Harimau..”.

“Motinggo Busye, penulis novelnya”.

“Lalu, dalam Film Harry Poter, dan Twiligh, siapa yang ingin kau kenal?”.

“Sutradara dan Produser Filmnya”.

“Nah, kenapa justru dalam Film ini kau berbeda?, kau justru menyukai Patung Berjalan yang dijuluki Psikopat oleh penggemarnya, mungkin julukan itu berasal dari penggemar yang kecewa, tidakkah seharusnya kau menyukai yang jauh lebih dari dia dalam segala hal?”.

“Hmm, sebenarnya itu yang terjadi pada diriku, kau mau mendengarkan curhatanku?”. Aku menatap Leon, aku tau dia paling suka berlama-lama berada di dekatku, sekalipun kami hanya duduk diam tanpa kata,😀 .

“Dari tadi aku sudah mendengarkan curhatanmu, katakan saja, aku punya cukup waktu untuk mu”.

“Menatap dia yang begitu sempurna, aku menikmati keindahan buah karya Tuhanku yang Maha Agung, Tuhanku menciptakan dia begitu sempurna, tapi di hatiku bertanya, mengapa dia diciptakan begitu indah, dan kebalikannya dengan diriku, dia diberi kesempatan untuk maju, dia sangat kaya, dan memiliki banyak Fans, sedangkan aku, di sini sendiri, kau lihatkan?, aku tidak cantik, tidak kaya, tidak punya banyak teman, aku bersedih untuk itu, aku menyukai dia karna dia sangat sempurna, kebalikan dari diriku”. Aku menutup curhatanku, aku merasa sedih, akhirnya isi hatikupun mengalir kepada Leon, semoga dia tidak menertawakanku, karna aku akan sangat malu.

“Jadi itu yang kau rasakan?, aku pikir kau akan jatuh cinta pada Aktor mu itu”.

“Aku tidak segila itu, cinta pertamaku pada teman SMP ku saja tidak kesampaian, apalagi jatuh cinta pada Bintang seterang dia, mimpi kali yee, Fans nya saja sekitar tiga puluh ribu orang, aku hanya butiran debu bagi dia, tidak ada artinya”.

“Baguslah, kalau kau sudah sadar”. Kau berdiri dan bersiap hendak pergi.

“Kau mau kemana?”.

“Mau makan, tadinya ingin mengajak mu, tapi melihat kamu sedang bercinta dengan Bintangmu, aku mengurungkan niatku, silahkan lanjutkan  kegilaanmu itu, kau sangat cocok dengan dia, kalian sama-sama Psikopat, kalian benar-benar pasangan serasi”.

Kau menatapku aneh, dan berlalu meninggalkanku sendiri, aku menjadi kehilangan selera, selera apapun, tiba-tiba saja aku merasa sangat kesepian, tiba-tiba saja aku merasa menjadi orang terbodoh di Dunia, mungkin Leon benar, aku seorang Psikopat yang jatuh cinta pada Aktor yang juga Psikopat.

Jakarta 10 April 15

Love by November

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s