PEMBUNUH NOMOR SATU


Assalamu’alaikum  Wr. Wb..

Minggu  lalu  aku  ditanya  oleh  trainerku,

“Impian  kamu  di masa  depan  seperti  apa ?”

Jawabanku  :

  • Mobil  FORTUNER  warna  hitam,  aku  merasa  ini  mobil  paling  gagah    sekarang  ini,  bisa  membawa  saudaraku  jalan-jalan keliling  kota,  kalau  banjirpun  tidak  masalah,  karena  bannya  yang  tinggi,  dan  kalo  pulang  ke  Padang  FORTUNER  ini  pas  sekali  melewati  jalanan  yang  terjal  dan  berliku-liku.
  • Rumah  yang  besar,  dengan  ruang  keluarga  yang  besar  pula,  kamar  yang  banyak  karena  aku  memiliki  saudara  yang  banyak,  memiliki  taman  bermain  untuk  anak-anak  kecil,  mengingat  ponakanku  yang  masih  balita  dan  butuh  tempat  untuk  berlari-lari,  punya  kolam  renang  karena  aku  tidak  bisa  berenang,  jadi  nantinya  aku  akan  nyemplung  tiap  hari  di  kolam  renang  itu  sampai  benar-benar  bisa  berenang.
  • Membantu  ayah  bunda  dan  saudara,  karena  ketika  mereka  membutuhkan  bantuan  aku  tidak  punya  uang,  hingga  aku  dengan  sedih  hanya  bisa  berkata ”  Aku  bantu  do’a  aja”.  Karena  saat  ini  hanya  do’a  yang  gratis,  dengan  kata  lain  aku  tidak  punya  uang,  sedih  sekali  menolak  saudara  seperti  itu.

Trainerku  mengatakan,  untuk  mencapai  semua  itu  tergantung  pada  diriku  sendiri,  mau  tidak  untuk  capek  dan  susah,  kalau  mau  ayo  bangkit  wujudkan  impian  itu,  kalau  hanya  mampu  bermimpi  dan  tidur  lagi,  ya  sudah  itu  hanya  akan  menjadi  impian  terus  tanpa  kenyataan.

Aku  juga  dikenalkan  pada  2  pembunuh  berdarah  dingin,  pembunuh  yang  mengikis  kepercayaan  diri  kita  perlahan-lahan  namun  pasti :

  1. Orang  lain  di  sekitar  kita  yang  terang-terangan  mematikan  harapan  kita :  “MIMPI  KAMU  MAU  JADI  SEPERTI  ITU” – ”  GAK  USAH  MIMPI  KETINGGIAN  DEH  KALO  JATUH  SAKITNYA  LUAR  BIASA”  –  ” GAK  BAKALAN  KAMU  JADI  KAYA,  MEREKA  KAYA  TURUNAN,  SEKOLAH  TINGGI  KAMU  APA ???”   BLA .. BLA .. BLA .. Kalo  kamu  memiliki  teman  atau  saudara  seperti  ini,  remove  aja  dari  kehidupan  kamu,  itu  adalah  racun  bagi  diri  kamu sendiri.”BERMIMPILAH  SETINGGI-TINGGINYA  SELAGI  MASIH  GRATIS”
  2. Diri  kita  sendiri,  nah  lo  ini  dia  ternyata  yang  lebih  parah,  kalo  orang  lain  kita  bisa  remuve,  tapi  kalau  diri  sendiri  bagaimana?  Kemalasan  ternyata  pembunuh  nomor  satu,  pembunuh  paling  bahaya,  ck  ck  ck …

Aku  tanya,  “Aku  harus  gimana  Ner ???”

Tanyakan  pada  dirimu  sendiri,  FORTUNER,  RUMAH  BESAR,  MENOLONG  SAUDARA,  itu  untuk  apa?  Untuk  mengindari  susah  atau  kesenangan ?

Aku  bilang, “Dua- duanya  Ner “.

“Ya  sudah,  setiap  kali  kamu  malas  ungkapkan  alasan  kamu  itu,  ketika  kamu  malas  katakan  dalam  hati  “AKU  BUTUH  FORTUNER  BIAR  BISA  AJAK  SAUDARA  JALAN-JALAN”.

Terus,  apalagi  Ner ???

Dalam  hidup  hanya  ada  dua  pilihan,  mempersiapkan  diri  dengan  sebaik-baiknya  atau  pakai  ilmu  “POWER  OF  KEPEPET”  :

  • Ibu  tua  dan  anak  remaja  kurus  mampu  mengangkat  lemari  besar  di  saat  kebakaran,  yang  seharusnya  lemari  itu  diangkat  oleh  6  orang  lelaki  dewasa  yang  kuat.
  • Ketika  seorang  pemuda  mampu  memanjat  dinding  setinggi  dua  meter  di  saat  anjing  gila  mengejarnya.

Contoh  yang  paling  ekstrim  :

Disaat  Raja  mengajukan  sayembara,  menyebrangi  sungai  yang  penuh  buaya  lapar  bagi  pemuda-pemuda  seluruh  negeri,  untuk  mendapatkan  puteri  Raja  yang  cantik  jelita,  hingga  beberapa  detik  sebelum  waktu  berakhir  ada  seorang  pemuda  yang  berhasil  menyebrangi  sungai  itu,  namun  kata-kata  apa  yang  terlontar  pertama  kali  dari  mulut  pemuda  itu ???

“HOIIII  …  SIAPA  TADI  YANG  NYEMPLUNGIN  GUA … ???”

Nah  itu  dia  rahasianya,  dalam  hidup  ini  hanya  ada  dua  pilihan,  nyemplung  sendiri  dengan  persiapan  matang,  atau  di  cemplungin.

Selamat  pagi  saudaraku  semua.

Salam  sukses

Fitr4y

25 pemikiran pada “PEMBUNUH NOMOR SATU

  1. Selamat pagi neng,
    Ntu dia penyakit yang susah disembuhin, penyakit malas.
    tapi setelah membaca ini sedikit membuka fikiran saya. saya gak mau cuma bermimpi.
    tengkyu buat pencerahannya neng.

  2. wa’alaikumsalam uni..🙂

    yuk, mari kita berubah untuk hidup yang lebih baik.. karena yang bisa membuat diri kita berubah itu diri kita sendiri, bukan orang lain.. salam semangat selalu dari Palembang

    • yup Dhenok, kehidupan ini milik kita, kita yg menntukan berhasil atau tidaknya, berusaha sebaik-baiknya, dan tunggu campur tagan Tuhan ..

      salam semangat pagi 😀

  3. iya benar Kawan,,
    kita harus berhati-hati dengan hal-hal itu …

    Percayalah gk ada yang gk mungkin di dunia itu …
    dan pepatah yang senantiasa memotivasi diri saya
    “Manzada Wa Jada”
    Siapa yang sungguh-sungguh pasti bisa🙂
    Semangat terus kawan🙂

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, Fitray disayangi..

    Hadir untuk menyapa bagi terakhir kalinya sebelum mengundur diri dari keindahan persahabatan di maya. Bunda sangat menghargai segala sapaan dan silaturahmi selama kita bersama.

    Kita hanya bertemu lewat catatan di poskad kenangan. Hanya memandang kaburan wajah di potret khayalan. Hanya mengetik huruf-huruf di tinta minda. Maafkan bunda lahir dan batin jika…. pada tutur kata yang sesekali mencalar hati dalam penulisan dan pendapat diberi.

    Semoga Allah selalu memberkati persahabatan yang terjalin baik ini. Sebuah KENANGAN TERINDAH akan menyusul dalam diari kehidupan kita sebagai satu ikatan yang tidak bisa terlerai, andainya pertemuan itu bukan lagi milik kita. Doakan bunda dalam kehidupan ini di dunia dan akhirat. Aamiin.

    Salam mesra penuh ukhuwwah berpanjangan hingga ke akhirat dari bunda Siti Fatimah Ahmad, Sarikei, Sarawak.

  5. Selamat sore Mba Fitri😀
    ” Impian dan sikap menentukan 95% keberhasilan seseorang… Impian selalu membuat seseorang berpikir ke depan… dan sikap yang baik akan membantu mewujudkan impian itu ”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s