Satu Malam …


Satu  malam  …

Kuhabiskan  bersama mu,  dengarkan  desah  nafasmu,  dengarkan  detak  jantungmu,  tiada  kata  bahkan  cerita,  hanya  kebisuan  yang  mencekam,  karena  aku  sibuk  mengartikan  debaran  jantung  ini.

Sekedar  memastikan  kau  ada  dan  bukan  hanya  khayalan,  hanya  satu  malam  saja,  namun  kau  ajarkan  aku,  betapa  mencintai  itu  menyakitkan,  kau  ajarkan  aku  nikmatnya  rasa  sakit  itu.

Mencintaimu …

Berkorban  apa  saja  tanpa  mengharap  balasan,  seperti  lilin  yang  memberikan  sinarnya  dan  merelakan  dirinya  luluh  tak  berbentuk.  Seperti  Matahari  yang  tetap  bersinar  tak  perduli  orang  bersyukur  atau  mencela.

Membiarkan  rasa  sakit  itu  ada,  seperti  seorang  ibu  yang  membiarkan  puting  susunya  terluka  oleh  sedotan  bayinya,  seperti  seorang  ayah  yang  membiarkan  lapar  di perutnya  asalkan  anak-anaknya  kenyang.

Bersamamu …

“Lihat,  di langit  ada  bulan  yank …”.  Begitu  kata  yang  pernah  kau  ucapkan.  Dan  apa  yang  aku  lihat ?  “Tak  ada  bulan  ataupun  bintang,  adanya  cuma  kamu”.

Ketika  kau  mencemaskan  aku  terkena  hujan,  kau  tau,  betapa  hati  ini  sudah  kuyup  terkena  hujan  badai  di hatiku,  karena  aku  tau  kau  bukanlah  milikku.

Merindukanmu …

Dalam  diam  aku  bergumam,  rindu  yang  tak  berujung,  seperti  arang  yang  tak  pernah  berjumpa  dengan  kayunya  sebelum  terbakar  api,  seperti  hujan  yang  tak  sempat  mengucapkan  salam  pada  awan  hitam.

Sendiri  mengarungi  gelombang  di lautan  lepas,  seperti  batu  karang  yang  tetap  setia  menerima  hantaman  ombak,  seperti  camar  yang  setia  bermain  di  pinggir  pantai.

Mencintai …

Bersahabat  dengan  kesedihan  dan  kesengsaraan,  air  mata  dan  penderitaan,  itulah  mencintai  yang  sesungguhnya.

Dan  aku,  mencintaimu.

 

Gambar: galeri-foto-dunia.blogspot.com/

68 pemikiran pada “Satu Malam …

  1. saja jadi terpacu ingin menulis “suatu malam” atau “semalam bersamamu” hehehe. well, bagus! sangat dalam.😉
    keep writing

    saya suka bagian ini “Dalam diam aku bergumam, rindu yang tak berujung, seperti arang yang tak pernah berjumpa dengan kayunya sebelum terbakar api, seperti hujan yang tak sempat mengucapkan salam pada awan hitam.”

  2. Gambarnya seperti penggambaran situasi dalam isi tulisannya Mba. Mantapz….. Sukses selalu.

    Salam
    Ejawantah’s Blog

  3. laporan dulu uni,,,,
    tugas ttg 10 about me, sudah saya laksanakan…
    mana bayarannya… hahah….

    saya suka yg ini uni:
    “Berkorban apa saja tanpa mengharap balasan, seperti lilin yang memberikan sinarnya dan merelakan dirinya luluh tak berbentuk. Seperti Matahari yang tetap bersinar tak perduli orang bersyukur atau mencela.”

  4. banyak temen2 bilang gambarnya serem…. tapi gambar yg mana ya? punya q koq ga keluar hehehehehehehehehe

    salam persahabatan selalu dr MENONE

  5. Saleum
    wah mbak fit sedang bercinta dengan kesedihan nih,….. mau sampai kapan mbak? sementara matahari senantiasa memberikan terangnya agar kita segera menentukan arah perjalanan…. tetap semangat ya mbak fit…
    saleum dmilano

  6. Ping-balik: Award, Hadiah :D | YSalma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s