Pesan tuk Adekku


Pesan  tuk  Adekku  …

 

Selamat  pagi  dek,  semoga  hari  ini  kamu  bisa  menikmati  hari  dengan  ceria.  Gejolak  darah  muda  yang  kau  miliki,  membuat  dunia  ini  seakan  milikmu,  keangkuhanmu  pun  membawamu  jauh  kelevel  tertinggi.  Kau  melangkah  terlalu  jauh  dek,  aku  merasa  ngeri  dengan  tingkahmu.

 

Adekku  yang  gagah,  yang  masih  memiliki  hati  nurani  selembut  salju,  sayangnya  kamu  menutupimya  dengan  kesombonganmu.  Tiada  salah  kau  melangkah  penuh  ambisi,  tiada  salah  hari-harimu  kau  penuhi  dengan  mimpi-mimpi,  namun  kau  harus  tetap  berada  dibumi  yang  kau  pijak,  tetaplah  berada  didunia  nyata  tempatmu  sekarang  berada.

 

Ketika  kau  merasa  lebih  dan  tak  pantas  mendapatkan  sesuatu  yang  menurutmu  buruk,  jangan  keluarkan  hinaan,  diam  lebih  baik  bagimu.  Ingatlah,  “MULUTMU  ADALAH  HARIMAUMU”. Didunia  ini,  Lidah  adalah  sasuatu  yang  sangat  tajam,  ketajamannya  mampu  meciptakan  perang  saudara,  perang  antar  negara,  bahkan  perang  dunia.

 

Disaat  kau  merasa  kecewa  sakit  hati  dan  terhina,  tancapkan  sebuah  paku  pada  kayu,  pukullah  sekuat  tenagamu  dengan  palu,  pukul  terus  hingga  hatimu  merasa  lega.  Setelah  kau  merasa  puas,  cabutlah  kembali  paku  itu,  apa  yang  kau  lihat ???.  Ada  bekas  paku  dikayu,  bekas  yang  takkan  hilang  walau  tersiram  hujan  ataupun  panas.

 

Adekku  sayang …  begitulah  hati  yang  pernah  kau  lukai  dengan  ketajaman  lidahmu,  hati  yang  pernah  tergores  oleh  kata-katamu  yang  berbisa.  Walau  kau  memohon  ma’af  dengan  sepenuh  hatimu,  walau  kau  menghiba,  luka  itu  takkan  sembuh.  Ma’af  bisa  saja  kau  peroleh,  tapi  bekas  luka  itu  takkan  hilang  begitu  saja.

 

Untuk  adekku  yang  masih  sangat  belia,  hati-hati  dalam  bertindak,  menyesal  kemudian  tiada  guna.  Hanya  pesan  singkat  ini  yang  mampu  kuberikan  padamu,  semoga  kau  mau  sedikit  berbenah  diri.

 

Salam  sayang  selalu,  kakakmu,  Fitr4y.

Iklan

66 pemikiran pada “Pesan tuk Adekku

  1. Seperti menancapkan sebuah paku di pohon mbak yach….meskipun pakunya berhasil kita lepas, namun ia masih tetap membekas….ikut pesan buat adeknya..kabahagian itu suatu moment keserasian antara pikiran, perkataan, dan perbuatan….salm mbak fit

  2. Oh.. Uni.. maafkan aku, karena aku telah menancapkan paku itu ketiang.. aku pukul sampai keras, hingga palunya patah.. Salam sayang juga kakakku… 😀 hahaha.

  3. kakak adek seharusnya bisa saling mengisi dan berbagi sampai dewasa bahkan saat jadi orang-orang tua ya…
    semoga adeknya membaca surat ini agar terketuk hati nuraninya

  4. waaahh, postingan kita sama uni, tentang adek semua.. hehe

    dhe ngabayangin surat itu datang dari kakak dhe, tapi sepertinya impossible deh. jadi yaudah, dhe ngebayangin jadi adeknya uni. thx untuk advicenya..
    luph yu muach muach.. :-*

  5. sedih saya bacanya… hiks..hiks… krn saya pernah mengalaminya… 😦 bagaimana seorang adik berkata yg menyakitkan pada ka2knya, bak hati tersayat silet.

  6. judulnya si Pesan kakak untuk adik, namun isinya universal, banyak petuah dan hikmah didalamnya yang memang harus dilakukan setiap orang dalam menjalani hidup.
    Makasi mbak postingnya.

  7. suka mbk, sama puisinya…emang “lidah tak bertulang”, harus lebih hati2 dalam bersikap dan berucap agar kita selalu disenangi org, dinantikan kehadirannya dimanapun kita berada, insyaallah..

    salam

  8. sebuah appoloji yang indah
    paku yang dicabut dari kayunya
    memang tak ada lagi
    tapi lobang menganga itu tak akan terhapus waktu
    hmmm… analogi yang indah..

    sedj

  9. bila ada yang gratis, tentu itu bukanlah sebuah ucapan yang keluar dari mulut. meski tak harus membayar, tapi itu hanya di dunia saja, kelak diakhirat akan ditagih pembayarannya bahkan mungkin berikut bunga-bunga, akibat yang ditimbulkan oleh ganasnya kata-kata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s