Karena Aku Mencintai Mu


Karena Aku Mencintai Mu

Riana  menatap  tajam  pada  pemuda  di hadapannya,  riana  tak  mampu  menyembunyikan  kekesalannya.

Aku  sudah  ada  di sini,  kamu  mau  bicara  apa ?” Tanya  Riana  pada  David,  pemuda  yang  sudah  memaksanya  meninggalkan  kantor  untuk  menemuinya .

“Tante …  apa  sudah  tidak  ada  waktu  untuk  aku  lagi ?” David  menatap  sendu  tepat  di bola  mata  Riana.

Riana  diam,  berpaling  dari  tatapan  David  yang  membuatnya  merasa  tak  tega.  Rumah  makan  yang  dipilih  David  untuk  pertemuan  pertama  mereka  di  Jakarta  ini,  jauh  dari  keramaian,  tapi  hati  Riana  berkecamuk  sangat  riuh.

“Tante … ”

“Jangan  panggil  aku  Tante,  aku  sudah  pernah  katakan  itu  pada mu .. ” Riana  berkata  lirih.

“Aku  masih  ingat  tante,  tapi  apa  aku  harus  mengalah  terus  pada  Adit?  tidakkan?  dulu  aku  menjadi  bayangan  Adit,  dan  sekarang  aku  menjadi  bayangan  suamimu,  menyedihkan  sekali  nasibku  tante …” David  mulai  mengeluarkan  kegetiran  hatinya.

“Apa  yang  kamu  mau  dari  ku …?” Riana  mulai  merasa  tak  tahan  dengan  pertemuan  ini.

“Katakan  David,  berapa  uang  yang  kamu  mau …?” Riana  mempertegas  pertanyaannya,  ketika  David  hanya  menatapnya  diam.

“Aku  tidak  inginkan  apapun  darimu … ” Jawab  David  pelan.

“Lalu,  apa  yang  kamu  ingin kan ?” Riana  menatap  David  tak  mengerti.

“Biarkan  aku  mencintai mu,  izinkan  aku  mengisi  sedikit  ruang  di hatimu  yang  masih  kosong ..”. David  berkata  sambil  tangannya  mencoba  meraih  jemari  Riana,  namun  dia  hanya  menemukan  ruang  hampa.

“Kamu  akan  di musuhi  ,  karena  merayu  istri  orang,  kamu  akan  di hina  karena  menjadi  pria  lain  di dalam  rumah tangga ku ..”. Riana  mencoba  memberikan  efek  dari  langkah  yang  salah  ini.

“Aku  tidak  perduli  tante,  aku  hanya  ingin  membuat mu  tertawa,  ketika  suamimu  memberikan  kesedihan,  aku  akan  berikan  bahuku,  disaat  kamu  menangis  sendiri  ditinggal  oleh  suamimu  bersama  istri  mudanya …”. Jawab  David  tak  mau  kalah.

“David,  kenapa  kamu  selalu  membuat  aku  serba  salah …”. Tanya  Riana  sedih.

“Karena  aku  mencintaimu …” David  menjawab  mantap.

“Cinta  seperti  apa?  aku  sudah  tidak  memiliki  apa-apa  lagi  yang  bisa  aku  berikan  padamu ..” Jawab  Riana  tak  mengerti  dengan  jalan  pikiran  David.

“Tante,  aku  akan  mencintaimu  dalam  diam ku,  aku  akan  memujamu  juga  dalam  diam ku,  dan  ketika  aku  ingin  melihat  wajahmu,  itu  karena  rasa  rindu  ini  sudah  tak  mampu  aku  bendung  lagi …”.

“Kau  gila … “. Riana  bangkit  dari  duduk  nya.

“Kau  yang  membuat  aku  gila  tante,  aku  akan  membutakan  mataku  kalau  kau  menuduhku    jatuh  cinta  karena  kecantikanmu,  aku  akan  menulikan  telingaku,  kalau  kau  mengatakan  aku  mencintaimu  karena  suaramu  yang  merdu , dan  sekalipun  aku  terhina  seumur  hidupku,  aku  akan  tetap  mencintaimu …” David  bicara  terus,  walau  Riana  menatapnya  nanar.

“Aku  mau  tau,  apa  alasan mu,  melakukan  semua  ini ..” Riana  bertanya  disaat  dirinya siap  melangkah  pergi.

“Karena  aku  mencintai mu,  aku  tak  punya  alasan  lain  lagi ..” David  menjawab  pelan,  dan  ia  siap  walau  perempuan  ini  akan  pergi  meninggalkannya.

“Trimakasih …” Riana  berkata  pelan,  dan  melangkah  pergi  meninggalkan  David  yang  tertunduk  lesu.

Riana  tak  mengerti,  mengapa  Berondong  yang  satu  ini  selalu  mengikuti  langkah  kakinya,  ketika  hatinya  mulai  mantap  untuk  memperjuangkan  bahtera  cintanya  dengan  Heru,  David  muncul  mementahkan  impian  dan  harapan  Riana  pada  suaminya.

“Apa  yang  harus  aku  lakukan  pada  cinta  buta  David,  dan  apa  yang  harus  aku  lakukan  terhadap  Cinta  Sejati   yang  dulunya  begitu  aku  agungkan,  tapi  harus  di pertanyakan  ketika  sudah  terbagi. ”

“Pantaskah  perlakuan  suamiku  yang  sudah  memeberi  aku  madu,  ku balas  dengan  perselingkuhan ???”

Riana  membiarkan  dirinya  hanyut  dalam  renungan  panjang,  dan  kembali  pertanyaan  muncul  dari  alam  pikirannya …

“Mengapa  aku  membiarkan  diriku  terluka,  terhina,  tersiksa  seperti  ini …?   Apa  karena  aku  memiliki  jawaban  yang  sama  seperti  David …?  Karena  aku  mencintai mu …”

“Karena  aku  mencintai  mu  ”

support for

Komodo Island is the NEW 7 Wonders of The World

22 pemikiran pada “Karena Aku Mencintai Mu

  1. Oh Rianaku datang lagi…. jalan-jalan yok, kodok ijoku dah aku servis jadi jangan kawatir kalo mogok dijalan…😀 Terkadang wanita tidak sadar dan mau mengakui, kalo dirinya sedang jatuh cinta.. Ya tentu saja Riana gelisah karena dilubuk hati terdalam ada TonyKoes.. eh David.. yang pernah mengisi kekosongan hatinya…

  2. Kata teman saya dulu … makan tuch cinta biar kau kenyang … hehehe.
    Cerita lumayan tapi agak sedikit biasa, bagaimana kalau diakhir cerita si Riana menampar David dan berkata “Maaf aku bukan tipe wanita yang akan membalas kelakuan suamiku dengan perbuatan yang sama, akan aku buktikan kalau aku lebih baik darinya” dan Riana berlalu sambil tersenyum gembira bahwa dia merasa lebih baik dari suaminya.

  3. tidak selalu luka harus dibalas dengan luka, jika Riana berselingkuh maka dia akan sama rendahnya dengan suaminya..😀
    justru Riana harus menunjukkan bahwa dia perempuan yang patut untuk dihargai, berharap pada akhirnya suaminya sadar bahwa disampingnya sudah ada perempuan yang baik baginya..

    ayo mbak bikin cerita lain lagi😀

  4. bikin nangis loh….nmanya sma lg….
    q saat ni alami tu,n dy bgitu meyakinkanq….
    buatq smakin bimbang, karna smua trdengar tulus….
    layakkah penantianq ntar saat suamiq dh mrasa bhagia n tepuaskan m istri mudanya…
    brapa lama q hrs menanti,,,,tdkkah q jg berhak untuk bahagia???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s