Beri Aku Waktu


Hati  ini,  tak  mampu  ku  ajak  untuk  berdamai,  sedikit  saja  memberikan  waktu  tuk  logika  menjadi  raja.  Ketika  malam  semakin  menjelang,  dan  raga pun  meminta  haknya  untuk  sejenak  bersantai,  hati  ini  tetap  berontak.

 

Aku  sudah  lelah,  membiarkan  kau  berlari  liar  kemana  kau  suka,  logikaku  mulai  kehilangan  kendali,  sudah  tak  mau  lagi  bersabar.  Aku  berperang  dengan  perasaan,  dan  ini  membuatku  sangat  tersiksa.

 

Ada  tanya  yang  selalu  minta  jawaban,  walau  kadang  tak  pernah  ada  kepastian  untuk  itu.  Malam  semakin  larut,  tapi  hati  ini  tetap  kokoh  tak  bergeming.  Aku  kalah,  aku  jatuh…

 

Logika ku  berteriak  nanar,  “Sampai  kapan  kau  hidup  seperti  ini …?”.  Tak  ada  jawaban,  hanya  sunyi,  sepi.

 

Beri  aku  waktu,  sedikit  lagi …

 


Iklan

38 pemikiran pada “Beri Aku Waktu

  1. Saya membacanya sampai tiga kali, berulang-ulang. Tetap saja susah untuk dimengerti….
    Mungkin saya ga berbakat menjadi seniman kali ya…??? he3x

  2. Baiklah… Aku beri kamu waktu sampai minggu depan.
    Kalo utang-utangmu masih gak bisa dibayar… Aku sita rumah kamu!
    *Hehe… Jiwa rentenir*

    Semangat, Mbak!…

    Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  3. Kadang kita selalu meminta lebih
    Dan yang sudah di kasih masih saja kita sia-sia kan
    Begitulah kita 🙂

    Oh ya, andai saja tadi masih ada waktu pasti saya bisa bikin gol lebih banyak lagi 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s