RSS

hadiah tak terduga


Perjalananku kali ini ke Bandung bersama Papa membuat aku lelah, aku suka dengan kota yang sejuk ini, setidaknya kebisingan Jakarta tidak terlihat di sini, seharian mengikuti Papa benar-benar membuat aku tidak nyaman. Dari kecil aku sudah di perkenalkan kepada semua keluarga, itu menurutku hal yang memang seharusnya aku lakukan, mengenal keluarga besar Papa dan keluarga besar Mama, berkenalan dengan semua saudara sepupu dan bermain dengan mereka itu juga menjadi rutinitas semenjak kecil, aku masih menikmati dengan kegembiraan, masih mengasikkan bagiku. Semakin ke sini, ketika aku beranjak remaja, Papa mulai mengajak aku kepertemuan rekan kerjanya, aku mulai di kenalkan kepada orang-orang yang menatapku penuh selidik, aku mulai merasa tatapan aneh dan senyuman yang terasa aneh juga, aku mulai merasa tidak nyaman. Sekarang aku semakin tidak nyaman, ketika kehadiranku membuat beberapa orang merasa terancam, mereka berbisik dan menatapku penuh selidik, senyuman mereka mulai kaku, sumpah aku benar-benar merasa berada di sebuah dunia yang sangat asing, aku beridiri mematung di tengah mereka yang penuh dengan kepura-puraan.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 22, 2015 in alana

 

Tag: , ,

selingkuh


Menjelang sore aku sampai di kontrakanku, sepanjang jalan aku melamun, langkahku seakan melayang, hari ini teramat panjang bagiku, rentetan kejadian yang membuat hatiku meletup-letup tak beraturan. Caesar cinta pertamaku tiba-tiba saja kembali, semenjak dua minggu yang lalu dia hadir, setiap hari dia datang ke toko kue tempat aku bekerja, dan dia selalu meminta agar aku yang melayani. Rudi dan Alex kedua temannya yang dari dulu sudah aku kenal, dan aku juga yakin mereka sangat akrab dengan wajahku, anehnya mereka bertiga hanya duduk manis menikmati hidangan yang setiap hari berganti model dan rasa, mereka hanya menatapku, tak ada kata, kadang aku melirik mereka di sela pekerjaanku melayani tamu lain, dan seringkali mataku bertabrakan dengan mata mereka bertiga, menurutku itu suatu hal yang aneh, apa mereka datang untuk menemuiku?, uhh siapa aku?, aku bukan siapa-siapa, mana mungkin mereka datang untuk melihatku. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 1, 2015 in alana

 

Tag: ,

pelayan toko roti


Tidak terlalu sulit untuk menemukan alamat yang di kasih Susan, daerah Tebet di pinggir jalan, dari luar terlihat seperti cafe, tapi setelah masuk ternyata bakery, ada tempat duduk juga, ini pas banget untuk nongkrong. Rudi dan Alex sangat semangat waktu pertama kali aku ajak ke sana, ke dua dan ke tiga kali masih semangat, tapi untuk selanjutnya, mereka mulai bosan, Rudi teriak kalau dia masih orang Indonesia yang makan siangnya butuh nasi, tetap tak tergantikan oleh roti, walau seenak apapun roti itu, dan Alex ikut-ikutan cemberut saat aku ajak lagi ke toko roti itu, mereka benar-benar bosan dan memilih berpisah dariku saat jam makan siang. :D Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 24, 2015 in alana

 

Tag:

pelayan


Siang ini cuaca sangat cerah, matahari bersinar dengan terik, hatiku terasa ikut gerah, tapi sangat sepi ketika aku menyadari diriku berada di taman ini sendiri, tanpa kedua orang teman yang seharusnya sudah ada di sini menemaniku. Rudi sitampan berambut ikal, kulit kuning, tapi ketampanannya tetap belum bisa menandingi ketampananku, itu sudah terbukti dari cerita gadis-gadis yang selalu mengejarku :D  , karena Papanya bekerja di Perusahaan Papaku, jadilah dia teman yang selalu mengikuti kemana saja kakiku melangkah, itu sudah berlangsung semenjak kami bersekolah lanjutan tingkat atas dulu, sampai sekarang aku masuk ke Fakultas Ekonomi, diapun ikut masuk ke jurusan yang sama, entah apa tujuannya, aku tidak mengerti, apa benar-benar ingin mempelajari Ekonomi atau hanya sekedar untuk tetap dekat dengan ku, :D . Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 20, 2015 in alana

 

Tag: , ,

psikopat 2


Hatiku benar-benar tak tenang saat ini, bagaimana mungkin bisa Leon makan siang dengan Susan?, ou aku benar-benar lupa, dulu Susan memarahiku habis-habisan hanya gara-gara dia melihat aku berjalan dengan Leon, aku mengerti sekarang, ternyata Susan menyukai Leon. Tapi tetap saja aku tidak bisa menerima kenyataan yang baru saja aku lihat, kalau saja Tante membiarkan aku hari ini untuk tetap diam di kamarku, tidak menyuruhku untuk membeli keperluannya, tentu aku tidak perlu keluar, dan aku tidak akan melihat pemandangan itu, hatiku sangat tidak nyaman. Leon tadinya berniat mengajak aku makan siang, tapi akhirnya dia malah pergi dengan Susan, apa hatiku terluka?, entahlah.

Aku masih punya beberapa episode yang belum selesai, sepertinya malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang, aku akan melanjutkan tontonan ini, semoga hatiku kembali tenang, dan aku bisa tidur dengan nyenyak malam ini, tanpa gangguan Leon ataupun Susan. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 14, 2015 in alana

 

Tag: , ,

psikopat 1


Jumat yang cerah, matahari bersinar sangat terang, udara segar, si nuri berkicau riang saat melihat air mandinya datang di bawakan sang tuan. Hidup yang sangat indah, tersenyum tertawa bergembira bersama kawan, di saat pagi menari dengan musik Bailando, lanjut dengan Why Bi Rain, lanjut dengan because i’m stupid Kim Hyun Joong, dan beberapa lagu lawas Indonesia, membuat jiwa kembali terbakar, bersama tubuh yang semakin memanas, hmm hari ini terasa sangat lumayan.

Semua bisa saja terjadi, tanpa kau sadari, semuanya mengalir seperti air yang mencari tempat paling rendah, mengalir dan terus mengalir. Ketika semua kegiatan selesai, perasaan sangat nyaman mulai merasuki tubuh, apa lagi yang akan aku kerjakan, hakhakhak, apa lagi kalau bukan menemui dia, 4 W untuk ku, Waw  Waw Wi Wau, ini adalah waktuku bersama dia, aku selalu menantikan waktu seperti ini, waktu yang sangat berharga menurutku, waktu yang sangat spesial.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 10, 2015 in alana

 

Tag: , ,

aku mencari puzzle mu kawan


Sebait kata-kata indah yang pernah kau torehkan di halamanku dulu

Hari ini aku membutuhkannya, karena “DIARY ERIC” akan meminjam kata-katamu itu kawan

Tapi sepertinya aku lupa di mana puzzle itu berada Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 27, 2015 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.