Sore itu serpeti biasa Ana pulang dari tempatnya bekerja, dengan semangat dan senyuman terindah Ana mencium Ibu yang menunggunya pulang penuh harap.
“Bu, hari ini Bu Ustad masak tempe goreng sama sop, ayo kita makan ..”. Ajak Ana setelah menyiapkan sepiring nasi lengkap dengan tempe goreng dan sop pemberian Bu Ustad. Dengan hati-hati Ana menyuapi Ibunya.
“Kamu kerjanya rapi tidak nak ..?” Tanya Ibu disela menikmati makanan sore itu.
“Kata Bu Ustad, kerjaku sore ini rapi Bu, aku tidak mecahin gelas lagi seperti kemaren”. Jawab Ana tersenyum.
Ibu mengangguk tanda suka pada jawaban anaknya, pondok kecil itu ceria di sore yang mendung, walau tak ada kemewahan namun ruangan kecil itu hangat penuh kasih sayang.
“Bu, ayo sini aku cuci kaki Ibu ..”. Ana mendekati Ibunya dengan sebaskom air hangat. Ibu yang lemah tak berdaya membiarkan kakinya dicuci oleh Ana.
“Nak, kamu tidak bosan mencuci kaki Ibu tiap hari ?” Tanya Ibu karena Ana selalu saja mencuci kakinya walaupun kaki itu sudah tidak bisa digunakan lagi.
“Tidak Bu, Ana senang kok .. “ Jawab Ana sambil tersenyum.
“Kenapa ..? Tanya Ibu penasaran dengan alasan anaknya.
“Bu Ustad bilang, Sorga itu ada di bawah telapak kaki Ibu, jadi aku akan mencuci kaki Ibu setiap hari, agar kelak ketika Ibu masuk Sorga, Sorga itu sudah bersih karena aku membersihkannya tiap sore ..” Jelas Ana pada Ibunya.
“Terus, Bu Ustad bilang apa lagi ..?” Tanya Ibu penasaran.
“Aku harus berbuat baik pada Ibu, karena hanya Ibu yang akan membukakan pintu sorga untukku, Jadi sorganya sudah aku cuci tiap hari ditambah aku berbuat baik pada Ibu, maka kelak kita akan masuk sorga bersama-sama”. Terang Ana lagi.
“Amin .. Insyaallah kita akan berkumpul kelak di Sorganya Allah..”. Jawab Ibu dengan mata berkaca-kaca menatap ana anaknya semata wayang yang baru berusia 10 tahun, tapi harus memikul tanggung jawab yang berat.
Setelah Ana selesai mencuci kaki Ibunya, ia bergegas mengambil buku dan pinsil, dengan pelan ia menulis dan mengeja apa saja yang tadi diajarkan Bu Ustad padanya, Ana melakukannya hingga matahari tenggelam dan pondok itu diliputu kegelapan tanpa ada penerangan.
“Terimakasih Bu, Ibu sudah melahirkan aku dan membesarkan aku…”
Untuk semua Ibu …
Salam Fitr4y

Dhenok Habibie
Januari 28, 2012 at 1:58 pm
saya belum pernah mencuci kaki ibu saya uni..
Cara Mengobati Penyakit Radang Paru-Paru
Januari 28, 2012 at 5:42 pm
saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada ibu saya.
choirunnangim
Januari 28, 2012 at 5:52 pm
Subhanalloh Mba Fitr4y..
sayapun sama seperti Mba Dhenok, belum rasanya tangan yang dibesarkan olehnya ini mencuci kaki Ibuku..
Tulisan ini layak dibaca oleh setiap anak yang mungkin mesti belajar dari perilaku Ana kecil yang mesti menaggung hidup yang begitu menggetirkan..
tidak ada penerangnya lagi rumahnya Mba, Subhanalloh..
fitr4y
Januari 29, 2012 at 9:32 am
@ Dhenok , semoga kita masih diberi kesempatan utk mencuci kaki ibu,,, salam
@choirunnangin, ini hasil pemikiran dari seorang anak kecil yg pantas kita tiru, trims.
choirunnangim
Januari 29, 2012 at 9:51 pm
Siapapun bisa menjadi guru terbaik buat kita ya Mba Fit..?
achoey el haris
Januari 29, 2012 at 11:55 am
gerimis haru
Ibuuuuu
kau telah menghadirkan kisah indah
fanz
Januari 29, 2012 at 5:29 pm
kadang suka berantem sama ibu karena beda pendapat dan menganggap saya masih anak kecil. kadang suka becanda dan mijitin punggungu beliau
ya begitulah hubungan saya dengan ibu
Budi Arnaya
Januari 30, 2012 at 7:22 am
Hikk…bacanya jadi terharu…saya kopas mbak…terima kasih banyak
fitr4y
Januari 30, 2012 at 8:15 am
@choirunnangin, setuju mas, siapa aja bisa jadi guru yg baik ..
@kang Achoey .. yh jagarta gerimis nh .. hehehe
@Fanz, iya,, kadang ibu menjadi teman juga, hingga hubungan kita menjadi lebh berwarna ..
@Bli Budi, trims bli, silahkan di kopas..
choirunnangim
Januari 31, 2012 at 5:17 pm
Iya Mba Fit, di tunngu goresan lain yang memotivasi sisa hidup ini..
SITI FATIMAH AHMAD
Januari 30, 2012 at 12:01 pm
Assalaamu’alaikum wr.wb, Fitray sayang….
Bunda selalu menangis dan gerimisnya memanjang kalau membaca tulisan Fitray. Ia sungguh menyentuh hati. Hal yang sama pernah berlaku kepada anak bunda yang kedua, Izzah di mana dia suka sekali mencium tapak kaki bunda kerana katanya kaki bunda ada syurga yang wangi. Hehehe… sebelum dia cium, bunda harus cuci sendiri lho, syurga bunda itu. Aahhh… anak-anak selalu membuat kita terkesan dengan tingkah manjanya.
terima kasih Fitray, semoga Fitray juga bisa menjadi ibu yang baik.
Rumah baru (themes) ya, Fit. Fotonya keliatan Fitri sudah “sihat”. Ada apa Fitri ? Makin cantik bunda tatap dan senyumannya sangat manis.
Salam sayang dan rindu selalu dari bunda di Sarikei, Sarawak.
BagiBagiBlog
Januari 30, 2012 at 8:33 pm
Subhanalloh… sungguh anak yang berbakti banget ma ibunya!!!
Ayas aja belum pernah mencuci kaki Ibu, cuma pernah mengusapnya doang..
Hmm… banyak hikmah dan pelajaran yg bisa diteladani dari artikel ini…
Moga Ayas bisa menirunya, amin
Goyang Karawang
Januari 31, 2012 at 10:20 am
saya mau pulang ke rumah dulu ah.. mau cuci kaki ibu
tapi aneh juga ya kalo tiba2 pengen nyuci kaki ibu.. hehe..
andinoeg
Januari 31, 2012 at 4:33 pm
beruntungnya yang masih memiliki ibu, jangan pernah sakiti beliau
Bachtiar Fakih
Januari 31, 2012 at 6:01 pm
blue suka ini
postingan yg snagat baik dan mulia
blue jadi kangen ibuku,..
salam hangat dari blue
fitr4y
Januari 31, 2012 at 10:12 pm
@ Bunda SITI FATIMAH AHMAD , wa’alaikumsalam wr.wb.. bund.. trimakasih kunjungan bunda sangat menyenangkan hati,, kadang pemikiran anak2 memang mengejutkan ya bund, tapi kepolosan mereka kadang membuat kita tersadar bahwa tingkah mereka benar dan patut kita perbuat,, walaupun mungkin dg cara yg berbeda.
@BagiBagiBlog , amin, semoga kita semua bisa berbuat lebih baik untuk ibu kita ,, trimakasih sudah berkunjung.
@Goyang Karawang , heheh iya emang aneh, aku juga baru bisa memijit dengan lulur, tapi itu juga tujuanku untuk membersihkan kaki ibuku, dan itu sangat membuat aku sedih , karena baru bisa melakukannya 1 kali, semoga masih diberi kesempatan ..
@andinoeg , yh beruntung yg masih punya ibu, termasuk aku,, semoga kita semua masih diberi kesempatan tuk berbakti,, amin..
@Bachtiar Fakih , iya blue,, aku juga suka,, aku tulis ini juga dalam keadaan kangen sama ibu..
@choirunnangim , trims mas, aku akan berusaha bikin postingan baru, walaupun tidak serajin dulu,,
arRa II
Februari 3, 2012 at 2:41 pm
ya Rabb kangen mama, sayangi dan lindungilah ia dengan kemahaRahimanMu..
nice post!, btw lama ngak ngeblog
widyawidluv
Februari 24, 2012 at 11:59 am
terharu sist, inspiratif sekali
'Rangga
Mei 7, 2013 at 4:49 pm
waw
'Rangga
Mei 7, 2013 at 4:51 pm
ehemm