Aku menangis, kau tak perduli, aku berhenti berharap karena semua tentangmu pupus sudah. Kau pergi tinggalkan aku, demi dia yang lebih kau cinta, sakit sekali menjadi yang ke dua, tapi satu yang perlu kau tau, cinta ini tak pernah berubah.
Ketika cinta ini menjadi semakin besar, tak ku mengerti mengapa bisa seperti ini, kau kujadikan bintang dan kau kujadikan hidupku, tapi sekarang kau pergi jauh, dan aku seperti layang putus tali, seperti dahan yang patah dan tak punya pegangan.
Demi cinta ini, aku rela menghinakan diri, aku rela bermandikan air mata, tapi sekarang semua musnah, lenyap tak berbekas.
Menyakitkan.
Salam semangat.
Fitr4y


Agung Rangga
Desember 6, 2011 at 6:21 am
owwwh, lagi galau ya kak~
ceritabudi
Desember 6, 2011 at 8:10 am
Patah satu hilang berganti mbak…
tunsa
Desember 6, 2011 at 9:30 pm
hmm….datang dan pergi…
Kontraktor
Desember 9, 2011 at 9:11 am
oh so sweat kata2nya…
jangan patah semangat yah kawan…
azoel
Desember 9, 2011 at 10:43 am
like this…
Saipuddin
Desember 11, 2011 at 11:20 am
semoga hatinyaa bisa cepat kembali pulih
Akhmad Muhaimin Azzet
Desember 12, 2011 at 3:10 pm
semoga sayap yang dikepakkan di hari mendatang kian membawa ke bahagia….
kira
Desember 15, 2011 at 5:13 pm
lama tak ke mari, gimana kabarnya??
Saipuddin
Desember 19, 2011 at 1:48 pm
haarus tetap semangat dengan kondisi apapun.
DeRie
Desember 23, 2011 at 11:50 pm
sabar nya…. kayaknya mesti ke dokter tu… wkwkwkw (ngasal