Assalamualaikum Wr.Wb ..
Saudara ku semua, pagi ini ku ingin berbagi sebuah perjalanan hidup yang takkan pernah bisa ku lupa ..
Semoga berkenan ..
Buah hati Ku
Pagi minggu yang cerah ini, Riana membelah kota Jakarta dengan hati yg riang, jalan tol yang biasanya sesak dan membuat stress pagi ini sungguh sepi, coba kalo Jakarta bisa seperti ini setiap hari ( mimpi kaleee .. hehehe ..). Oya , Riana mau kemana ? . Liat aja Riana baru melewati tol karang tengah, terus melaju kencang melewati Pertamina , terus lagi dan belok kiri masuk Islamic, terus melaju masuk ke arah Karawaci. Ternyata Riana menuju Karawaci Tangerang Banten.
Di kampung Cijengir Binong Riana memarkir sedannya di depan sebuah rumah yang sederhana, rumah itu gak berubah sejak setahun yang lalu ketika Riana berkunjung terakhir, satu perbedaan di depannya sekarang ada warung kecil. Dari dalam warung keluar sosok yang membuat Riana datang ke tempat ini, Yuli si cantik berlari dan langsung memeluk Riana.
” Kamu dah enak sekarang lupa ma ku ….” . Kata Yuli setelah cipika – cipiki melapas kangen .
” Ku gak lupa ma kamu, oya katanya kamu baru melahirkan, mana si mungil ?”. Tanya Riana langsung masuk ke dalam rumah Yuli.
” Bukan di kamar ku, tapi di kamar Ira …”. Jawab Yuli ketika melihat Riana nyelonong masuk ke kamarnya.
” Kok di kamar Ira ?. Tanya Riana bengong , dan ikut duduk di samping Yuli.
” Ira dah nikah 7 tahun, tapi belum punya anak, sedang aku dah punya empat, jadi ketika hamil anak ke lima ini ku niatkan untuk Ira ..” Jelas Yuli membuat Riana bengong.
” Kamu kok tega kasih anak kamu, biar Ira adik kamu tapi itu kan bayi kamu, darah daging kamu ..?”. Kata Riana penuh tanda tanya.
” Suami dia Aku dan suami Ku yang cariin, jadi kami merasa bertanggung jawab juga , lagian sebagai pemancing lah, sama adek sendiri kenapa gak bisa berbagi , anak dia anak ku juga iya khan ?”. Jawab Yuli semakin membuat Riana bengong.
” Oya , ku mau liat dong … “. Kata Riana lagi, dan langsung di bawa oleh yuli ka kamar Ira.
” Ih Cakep amat , putih , gak kayak kamu ma anak – anak kamu yang lain, pada item semua ..”. Kata riana nyerocos .
” Itu lah kuasa Allah , ku di beri anak kelima ini beda dari yang lain, mungkin ujian buat ku juga kali ..?. Kata Yuli tersenyum, dan kembali menggandeng tangan Riana keluar karena si bayi lagi bobok.
” Kamu gak nyesel, kasih anak cakep kaya gitu , oya si Ira bukannya tinggal di Batam ..?. Tanya Riana lagi.
“ Iya Ira tinggal di Batam , tunggu beberapa bulan lagi , kasian masih terlalu kecil. Aku gak nyesel .. hehehe ..”. Jawab Yuli sambil tertawa.
“Kamu mau makan ma minum ambil ndiri yah, bukan tamu lagi tau … “. Kata Yuli meninggalkan Riana karna ada yang mau belanja di warung nya.
“Aku kok kayak ketemu sama orang lain ya, si Yuli temen SMP dah punya anak lima, walau hidup sangat sederhana tapi Yuli sepertinya bahagia menjalani hidup, terlihat dari senyum yang selalu ada di wajahnya. Berbeda sekali dengan Aku, selalu gelisah dan tidak percaya diri, padahal aku sudah punya semua, tentu saja kecuali anak ….”. Hati Riana mulai melayang ..
” Hai, kamu kok bengong sih ?”. Yuli datang lagi dengan membawa teh botol yang dingin buat Riana, karena Riana tidak mau beranjak dari duduknya, walau sekedar untuk mengambil minum.
” Nggak, lagi mikir aja hidup kamu enak, bahagia …”. Jawab Riana ngambang.
” Kamu liat nya dari mana, ketika aku hamil pertama dulu, ingat tidak ?”. Tanya Yuli mengingatkan Riana .
” Iya, waktu itu kamu frustasi banget ,, kenapa ya ?”. jawab Riana setelah mengingat kejadian 12 tahun yang lalu.
” Gimana gak frustasi , lagi hamil pertama suami gak pulang – pulang, malah minta ijin kawin lagi…”. Kata Yuli mengenang masa lalunya yang suram.
” Tapi kamu bertahan sampai punya anak lima ..” Kata Riana heran.
“Aku nggak mau anak Ku nggak punya bapak, dan Aku mau pernikahan Ku sekali seumur hidup, sampai sekarang Aku gak bisa percaya sama suami Ku ..” . Kata Yuli dengan tatapan menerawang.
” Buat apa Kamu jalanin perikahan seperti itu ?”. Tanya Riana lagi .
” Demi anak – anak Aku masih bisa bertahan, dan satu lagi mertua Ku lebih memilih Aku, itu aja yang Aku pegang..”. Jawab Yuli membuat Riana semakin tak percaya .
” Kamu, membuat Aku gak ada artinya di bandingkan dengan Kamu ..”. Kata Riana pelan.
“Aku percaya Kamu dah lakukan hal yang terbaik dalam hidup Kamu”. Hibur Yuli ketika melihat wajah Riana yang berubah murung.
“Aku gak bisa bertahan ketika suami Ku minta ijin menikah lagi dengan alasan ingin punya anak …”. Kenang Riana .
” Tapi sekarang kalian sudah kumpul kembali, walau ada wanita lain, dan tetap tidak punya anak, sebaiknya kamu ambil anak sebagai pemancing ..”. Kata Yuli memberi solusi.
“Aku tidak bisa , Aku masih sibuk dengan pekerjaan Ku , dan Aku masih mau senang – senang ..”. Jawab Riana ringan.
“O gitu , pantas Kamu gak di kasih kepercayaan, harusnya Kamu sedikit meluangkan waktu untuk masalah anak, suami kamu gak salah, dia menginginkan keturunan “. Kata – kata Yuli sangat menusuk jantung Riana.
” Yah nanti Ku pikirkan lagi ..”. Kata Riana seperti menghindar dari masalah itu.
” Sudah lah, itu juga urusan Kamu, Aku hanya bisa kasih solusi, Kamu mau terima atau tidak itu hak Kamu ..”. Kata Yuli seperti membaca keadaan yang tidak nyaman buat Riana.
Hari itu, adalah hari dimana Riana berada terpental jauh ketempat yang tak pernah ia kenal. Ketika langkah – langkah kakinya hari – hari kemaren terasa begitu getir, kenyataan yang di hadapan Riana hari ini sangat menampar mukanya. Yuli yang bergelut dengan kehidupan yang begitu rumit masih bisa tersenyum dan masih bisa berbagi kasih dengan adiknya yang belum mendapatkan momongan. Sedangkan dirinya, selalu mengedepankan harga diri dan kepentingan pribadinya sendiri.
Masalah buah hati, itu adalah impian terbesar bagi Riana, sungguh suatu penyiksaan yang luar biasa ketika ada keluarga atau teman yang menanyakan , “Momongannya sudah berapa ..?, kok masih belum ..?, kenapa ..?, …..”. dan berjuta pertanyaan lainnya yang membuat Riana selalu menghindar datang ke pesta – pesta keluarga, atau pertemuan dengan teman – teman lamanya. Ketika Riana melihat berita di TV atau di koran – koran tentang ibu yang tega membuang anaknya yang masih bayi, hati Riana menjerit … “Ya Allah , mestinya bayi itu di berikan pada Ku, bukan pada perempuan yang tidak menginginkan anak itu …”.Tak jarang Riana menyesali hidupnya yang tak mampu memberikan keturunan pada sang suami, semua itu di simpan jauh di lubuk hatinya paling dalam.
Ketika malam mulai menyapa, Riana meninggalkan Cijengir dan sahabatnya Yuli kembali menuju Jakarta. Riana selalu mencari pelampiasan akan kegundahan hatinya, sekedar melepaskan beban bathinnya hingga bisa memejamkan mata di saat kantuk mulai datang. Pikirang Riana masih tertinggal pada sosok Yuli , jalanan yang sepi membuat angan Riana melayang bebas. Riana ingat Adit si brondong manis yang telah lama menjauh dari ingatannya.
“Tante belum punya anak ya ..?”. Tanya Adit lewat chat di FB.
” Beloem …”. Jawab Riana.
“Aku mau donk jadi anak nya Tante ..”. Kata Adit ketika itu.
Dan Riana selalu tertawa kalo ingat akan hal itu, bayangkan kalo si Adit jadi anaknya, berapa biaya yang harus di keluarkan untuk anak yang udah besar begitu, capek dehhh …. Riana terseyum sendiri, ketika wajah Adit hadir di depannya. Tapi lamunan Riana di hentikan oleh lantunan lagu yang sedih dari Hp nya yang menandakan ada SMS masuk. Riana memelankan laju mobilnya dan menepi sejenak untuk membaca SMS yang baru masuk.
MMS .” Malam Makin Sunyi”…
Bukan maksud ku tuk merayu
Hanya sekedar bertanya
Kakak yang berbibir sexy
Sedang apakah gerangan …..???
&&&
qu bi5a terima,
kopi tanpa 5u5u …
malam tanpa Lampu …
roti tanpa madu …
burger tanpa keju …
Tapi,
qu tak bi5a terima,
kalo …
S E P I …
tanpa 5m5 dari moe …
&&&
Dua pesan dari David …
” Ha ha ha ha ha … dasar tuyulllllllllllllllll …”
Riana ketawa ngakak sendiri, yang di bayangin Adit yang muncul David .
“Sudah lah , Ku mau pulang , Ku mau istirahat , semoga malam ini ku dapatkan mimpi indah …” Bisik hati Riana, dan mulai tancap gas, meninggalkan kegelapan malam yang semakin mencekam.
***
Salam sayang Ku tuk mu sahabat nun jauh di sana.


Fir'aun NgebLoG
November 6, 2010 at 5:21 am
waduh… itu buah hatinya buanyak bgt yach!
ada 7 bayi…. emang ga ikutan KB bu?…
fitr4y
November 6, 2010 at 1:15 pm
wah qu kepingin lebih dari itu om …hehehe ..
Yohan Wibisono
November 6, 2010 at 6:22 am
Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku :
http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx
fitr4y
November 6, 2010 at 1:16 pm
ok .. segra ke tkp … hehehe ..
SITI FATIMAH AHMAD
November 6, 2010 at 7:16 am
Assalaamu’alaikum Fitr4y…
Hmmm… kisah yang mengasyikkan dan bisa menggugah rasa hati untuk mengingati seseorang yang jauh di sana.
Iya Fit… terkadang saat kita mengingati orang lain, saat itu juga ada orang yang mengingati kita yang tidak ada dalam ingatan kita ketika itu. Sesuatu yang tidak terduga sering berlaku dalam hidup kita, kan.
Salam manis dari bunda di Sarikei, Sarawak
fitr4y
November 6, 2010 at 1:20 pm
Wa’alaikum salam Bund … setuju Bund ,, ketika kita ingat seseorang justru ada orang lain yg sedang ingat ma kita .. hehehe ..
tunsa
November 7, 2010 at 6:12 am
hahaha…dasar tuyul. mbak yul anaknya udah lima yg satu dikasihkan adiknya, hehe…
kapan david sms begitu tant? aku kok blm dikasih liat? wkwkwk
z4nx
November 7, 2010 at 8:32 am
Wah siapa tuh riana ?
Yuan
November 7, 2010 at 3:05 pm
Wah buah hati riana, kirain buah hati uni
sedjatee
November 7, 2010 at 9:22 pm
makin produktif dengan cerpen, Fi..
keren and sangat khas…
salam sukses..
sedj
Denuzz BURUNG HANTU
November 9, 2010 at 3:10 am
Allah selalu punya rahasia, dan takdir untuk tiap individu sudah digoreskan …
Salam BURUNG HANTU
santi
November 9, 2010 at 4:54 am
nice post…
kunjungi ini ya..
klik ini
thanks
edda
November 9, 2010 at 6:23 am
kirain buah hati siapa
Fadhly
November 11, 2010 at 9:27 am
Wah saya suka dengan pantun yang diatas…. Walau pendek, tapi sudah cukup utk menggambarkan keadaan…hehe
Drug addiction
November 12, 2010 at 1:03 pm
Fflihgz hpadtt http://www.cvs.gov.co/ForoCVS/viewtopic.php?f=5&t=15 Drug rehab tg pleb Drug addiction kuj