Assalamualaikum ,,, Saudaraku semua..
Malam ini Aku ingin berbagi sebuah cerita, aku sendiri tidak tau masuk categori apa cerita ini, silahkan dibaca dan tolong dipilihkan untukku termasuk categori apa cerita ini ..
Semoga berkenan :
Sebut saja namanya Riana, janda kaya yang baru saja cerai dari suaminya, alasan cerai, minjam alasan para artis katanya sih, “Udah gak cocok”. Riana berusia sekitar 35 tahun, dengan pakaian yang keren sedikit seksi, di tambah peralatan make up yang bermerk terkenal, bisa merubah wajah Riana menjadi cantik dan segar.
Dengan membawa perlengkapan yang lumayan banyak, Riana meninggalkan kota Jakarta tempat ia bermukim sudah lebih dari 10 tahun, tujuannya adalah kampung halaman, dimana ia dilahirkan dan dibesarkan.
Air mata Ibu, menyambut kedatangan Riana.
“Jangan nangis Bu …” Bisik Riana sambil memeluk tubuh Ibu yang makin ringkih.
“Ibu senang , akhirnya kamu pulang kembali ke sisi Ibu..” Kata Ibu dengan suara yang bergetar.
Malam itu Riana habiskan bercerita sampai puas bersama Ibu tercinta.
***
Berita kepulangan Riana si Janda kembang, menyebar dengan cepat keseantero desa, mulailah berdatangan teman-teman Riana yang umumnya sudah menjadi Ibu-ibu, sebut saja si Yuli, datang dan bercerita dengan bangga tentang anaknya yang berjumlah 5 orang, ada juga Rossi yang bercerita penuh semangat tentang apa saja dan tentang siapa saja, rumah Riana yang megah, boleh dibilang paling bagus di desa itu, tiba-tiba saja menjadi ramai oleh Ibu-ibu dengan gosip yang diselingi tawa.
“Eh, Riana, kamu cari suami baru aja, ngapain menjanda lama-lama, gak enak tau ..?” celetuk Rossi di tengah-tengah percakapan mereka.
“Iya Riana, kamu maunya kayak apa, biar aku bantu cariin, tapi jangan suami aku ya ..” kata Yuli gak mau kalah, langsung di sambut tawa oleh ibu-ibu lain.
“Nggak aku gak mau yang lain, capek..” jawab Riana seenaknya.
“Wa, aku tau, kamu pasti maunya ama Teo, cinta pertamamu itu, iya khan …? kata Rossi lagi, ketawa menggoda.
“O .. Teo,, ada kok dia lagi dirumah Ibunya, lagi pulang tuh, gak tau ada acara apaan, ntar aku bilangin ya…” kata Hesty tersenyum penuh arti.
” Eh ,, jangan macam-macam Hes, bisa di bacok aku ama bininya” teriak Riana, dan tawa kembali mewarnai beranda rumah itu.
Hingga sore menjelang, barulah teman-teman Riana pergi satu persatu, alasannya macam-macam, ada yang mau mandiin si kecil, ada yang mau masak buat makan malam, bahkan si Yuli lebih parah, alasannya mau menggiring bebek pulang ke kandang, tinggallah Riana bengong sendirian. Ternyata gak punya Suami sepi juga, gak ada kegiatan, mau masak, masak buat siapa, dirumah yang besar begini cuma ada Ibu dan seorang pembantu.
Habis magrib, terdengar suara derum mobil masuk kepekarangan rumah Riana, siapa ya ? bisik Riana. Riana bergegas membuka pintu sebelum terdengar ketukan …
“Hai ,, Yang apa kabar …?” sosok pria tampan berdiri dengan senyuman yang mengguncang pertamanan hati Riana .
“Teo …. tambah subur aja,,” kata Riana sambil mengajak Teo duduk diruang tamu.
“Si Hesty yang bilang kamu dah pulang, makanya aku kemari. Sekalian mo mastiin bener gak berita yang itu ..” Kata Teo memulai pembicaraan sambil menikmati suguhan yang udah lengkap dimeja tamu.
“Berita apaan, gak usah ngurusin gosiplah,,” jawab Riana menyembunyikan semburat merah diwajahnya.
“Ya nggak gosip lah, berita kamu dah menjanda, itu semua orang dikampung kita ni dah tau” kata teo lagi.
“Terus kalo benar, emangnya kenapa?” celetuk Riana, sambil menatap wajah pria yang selama ini selalu dirindukannya siang malam.
“Gak kenapa-napa, cuma aku dah bilang sama Mama, kalo aku mau nikahin kamu ..” kata Teo tampa basa-basi.
“Hah ,, nikah ..? gak salah , kamu kan udah punya istri, dua anak kamu mau dikemanain …?” tanya Riana sambil melotot.
“Kamu jadi istriku yang ke dua, Mama setuju, Dena juga setuju, anak-anak tinggal dibilangin pelan-pelan, lama-lama mereka juga ngerti “ jawab Teo tenang.
Pembicaraan malam itu berlanjut begitu alot, menguras pikiran , tenaga Riana dan Ibunya. Riana seakan tak percaya, Mama Teo yang dulunya tidak pernah menyetujui hubungan mereka, sekarang malah dengan tegas bahkan sedikit memaksa agar pernikahan mereka segera dilangsungkan, katanya, “Di kampung kecil begini, tidak baik menjanda lama-lama, nanti jadi bahan gunjingan orang “. Dan anehnya lagi si Dena istri Teo hanya diam nggak ngomong apa-apa. ” Kok bisa ya” … celetuk Riana bingung.
Akhirnya hari pertunangan Riana dan Teo berlangsung, sederhana bagi Riana, tapi dikampung kecil itu acara begitu sudah termasuk mewah. Riana dengan kebaya panjang bersanggul melati, dandanan bak putri raja. Kecantikan Riana menyihir Teo dan para tetangga yang mengahadiri acara itu. Tukar cincin pun berlangsung dengan khidmat, dan ditetapkanlah dua minggu setelah hari ini adalah hari baik untuk pernikahan Riana dan Teo.
Hari – hari berlalu begitu cepat, semua persiapan sudah selesai, dari undangan sampai pelaminan, semua berjalan dengan sempurna. Besok adalah hari H, Riana termangu menatap rumah mewahnya yang tengah dihias, begitu mawah dan sangat melambungkan angan-angan. Riana tak bisa berfikir lagi seperti apa kehidupannya setelah esok hari, Nyonya Teo, begitulah status yang akan disandangnya, Riana senyum-senyum sendiri hingga lamunannya buyar ketika ada tepukan dipundaknya ..
“Riana,, Teo mana ..? ternyata Mama Teo datang mencari Teo dan terlihat terburu-buru.
“Tidak ada disini Ma, mungkin masih dikantor ..” jawab Riana, heran dengan Mama Teo yang ngosngosan seperti habis lari dikejar anjing.
“Itu Riana, ntar kalo Teo kesini, bilangin aja, rumah buat Mama gak usah mewah-mewah, cukup sebesar rumah Ibumu ini saja”. kata Mama Teo lagi.
“Rumah apa ma ?” tanya Riana tak mengerti.
“Masak kamu gak ingat, itu rumah yang bakal kamu bikinin buat Mama setelah pernikahan ini, Teo lo yang bilang . Udah ya Mama buru-buru nih”. kata Mama Teo dan bergegas pergi.
Riana hampir pingsan mendengar perkataan Mama Teo tadi, ternyata ini lah sebabnya mengapa semua berjalan begitu lancar, sebuah rumah mewah. Dengan gontai Riana masuk kekamarnya, pandangannya tertuju pada Laptop yang dibawanya dari Jakarta. Riana mulai online, dan tab pertama yang dituju adalah FACEBOOK , jejaring sosial yang sudah sekian lama tidak diurus lagi oleh Riana. Tiba-tiba saja Riana rindu pada si BRONIS, si berondong manis yang sudah satu tahun terakhir menemaninya chatting di FACEBOOK.
Belum sempat memeriksa pemberitahuan baru dan memeriksa pesan-pesan yang masuk, sapaan mesra dah menyegarkan kelopak mata Riana.
“Hallo Tante … kemana aja … aku kangen lo sama Tante ..” . Sapaan manis Adit mengembangkan senyum dibibir Riana.
“Aku juga kangen ama kamu .. gimana hari-harimu hapy gak?’. Riana mulai melupakan sejenak kekacauan hatinya.
“Sepi gak ada Tante,, jangan pergi lagi Tante, biar aku bisa chatting tiap hari, tiap waktu..” Jawaban Adit melambungkan angan-angan Riana melayang jauh.
“Tante, sebenarnya aku ada perlu ama Tante, tapi takut Tante marah ..” . Riana mulai merasakan ada yang tidak beres.
“Apa? bilang aja,, kalo gak bilang ya aku gak tau mesti marah atau apa ..”. Jawab Riana deg-degan.
“Itu Tante, tiga hari lagi terakhir bayaran uang kuliah, tapi uangnya masih kurang 5 juta lagi, tolong dong Tante. Pasti Tante bisa bantu khan ???”.
Riana langsung berdiri dan meninggalkan Laptop tanpa mematikannya. “Kurang ajar kalian semua, gak dunia nyata gak dunia maya pada matre semua, awas kalian, tunggu aja pembalasanku ..” Riana komat kamit sendiri sambil membereskan barang-barangnya.
***
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, dari subuh rumah Riana sudah dibanjiri tetangga yang ikut membantu persiapan pesta pernikahan Riana dan Teo. Perias juga sudah sejak tadi duduk menunggu Riana bangun, tapi yang ditunggu tak kunjung keluar dari kamarnya. Akhirnya Ibu Riana masuk untuk membangunkan calon pengantin. Bukannya Riana yang keluar tapi Ibunya berlari tergopoh-gopoh dan berteriak,
“Riana hilang, Riana tak ada di kamarnya ..”. Ibu Riana langsung pingsan, dan dibantu oleh para tetangga.
Mulailah pencarian Riana, hingga seorang pemuda menemukan Laptop Riana yang masih terbuka, dan di sana masih ada sisa kata-kata .
“Tante, besok aku tunggu di Surabaya ya, jangan lupa lho, aku tunggu …”
Setelah tetua kampung berkumpul, dan pihak Teo di beritahukan tentang kehilangan Riana. Maka kesepakatanpun diambil, pengumuman di laksanakan :
“ACARA PERNIKAHAN RIANA DENGAN TEO BATAL, KARENA RIANA KABUR BERSAMA TEMAN FACEBOOKNYA”.
- END -

Kelabang's Blog
Oktober 6, 2010 at 3:45 am
Ini sih semua orang bersalah, maksudnya baik itu Riana dan Teo serta kedua belah pihak keluarga. Kalau tetangga dan teman2nya ya gak salah, itu bukan urusan mereka. Tapi ini cerita nyata apa fiktif ya..
fitr4y
Oktober 6, 2010 at 3:17 pm
Fiktif dunk ..
emang kayak nyata ya?
dina.thea
Oktober 6, 2010 at 8:17 am
hmm, cerita yg menarik, nyata ato fiktif neh
fitr4y
Oktober 6, 2010 at 3:18 pm
Fiktif Bund …
Hehehe …
orange float
Oktober 6, 2010 at 3:15 pm
ada-ada saja. tante riana…. riana…
fitr4y
Oktober 6, 2010 at 3:21 pm
Iya tuh Orange , Tante Riana ternyata pelit jg ..
Alam
Oktober 6, 2010 at 3:55 pm
cerita diatas hanyalah fiktif belaka, jika ada nama, tempat dan kejadian yang sama itu karena kebetulan semata.
fitr4y
Oktober 7, 2010 at 3:09 pm
Iya bener Alam, karena dah malam q ngantuk, jd gak sempat masukin tulisan itu, hingga banyak yg bertanya2 ..
Brotoadmojo
Oktober 7, 2010 at 4:34 am
Ceritanya menarik mbak, aku ngikutin dari atas sampai bawah malah bingung mau komentar apa. yang pasti, kisah seperti itu saya pikir ada didunia nyata (walau nggak persis seperti itu). Lalu nasib riana setelah kabur bersama berondong ke surabaya bagaimana mbak? ditunggu kisah selanjutnya
fitr4y
Oktober 7, 2010 at 3:12 pm
Wah kalo dilanjutin, gak tamat2 mas, kayak sinetron di tv .. ntar q pikir dulu ,, mau lanjut apa sampe disini aja ..
Brotoadmojo
Oktober 8, 2010 at 4:33 am
harus lanjut dong, terlanjur penasaran nih mbak..
yayan
Oktober 7, 2010 at 9:59 am
“Apa dia kabur?? hah, akan kubunuh dia!!” Teo pun naik pitam
hahaha
fitr4y
Oktober 7, 2010 at 3:14 pm
boleh juga tuh,, ntar q lanjutin deh ..
julicavero
Oktober 8, 2010 at 4:33 am
wah..termasuk kategori apa ya? bingung jg neh…
fitr4y
Oktober 9, 2010 at 12:19 pm
Kategori Anehdotcom ..hehe
bundamahes
Oktober 8, 2010 at 5:03 am
efek negatif dari fesbuk!
fiksi kan mbak???
ato emang diangkat dari realita di lapangan trus dibumbuin dikit???
-kunjungan balik-
fitr4y
Oktober 9, 2010 at 12:34 pm
Fiksi dunk Bund,, kl nyata takut di marahin q ma yg ngalamin ..hehe..
ummurizka
Oktober 8, 2010 at 7:48 am
Kunjungan perdana ni, langsung tertarik dengan ceritanya..dari cerita diatas ada hikmah yang bisa ambil sebelum mengambil keputusan pikirkan segala sesuatunya secara dalam dan jangan terburu-buru..tapi gmn nasib riana selanjutnya ni setelah terburu2 jg lari dg teman fbnya
fitr4y
Oktober 9, 2010 at 12:38 pm
Ya bener sekarg jaman edan, apa aja bs terjadi ,, kt hars ttp waspada .. hehe ngomongnya gak nyambung hehe .. thanks kunjungannya ..
925 silver jewerly
Oktober 8, 2010 at 12:52 pm
That’s wonderful, just keep it up.,..
fitr4y
Oktober 9, 2010 at 12:40 pm
Thanks visit ..
Red
Oktober 8, 2010 at 5:36 pm
teo dan si bronis FB sama aza… matre!
fitr4y
Oktober 9, 2010 at 12:44 pm
Ya tu mas, matre semua .. termasuk mamanya Teo ,, waktu mash miskin di hina, e dah kaya malah maksa .. ih edan tu org .. la kok jd marah2 y ..hehe
genksukasuka
Oktober 8, 2010 at 7:16 pm
salam knal
fitr4y
Oktober 9, 2010 at 12:48 pm
Salam kenal jg .. Q suka km mampir ke t4 q .. boleh gak q gabung ama genk km ?
joe
Oktober 9, 2010 at 1:32 am
semoga bukan true story ….
fitr4y
Oktober 9, 2010 at 12:52 pm
Semg ja gak ada yg ngalamin, ini bener2 story bikin pusg, Q ja pusing mau dilanjutin pa nggak , coz butuh khayalan tk tinggi .. hoho ..
Pendar Bintang
Oktober 9, 2010 at 2:14 am
Haduh, ada-ada saja,….
semoga ini fiktif yah, tapi kayanya dalam kenyataanpun ada decg yang kaya gini, believeor not, he he he
Hm….
si Tante ada-ada saja…
fitr4y
Oktober 9, 2010 at 12:58 pm
Ya th, bikn gemes si tante ..
Yuan
Oktober 9, 2010 at 10:26 am
wah nyata ya,, pengalaman pribadi. . Wkwkwk
peace
fitr4y
Oktober 9, 2010 at 1:04 pm
Peace ,,, Yuan .. seorg pengarg profesional hrs mampu membaygkan kl lakonnya itu dirinya, br pembaca merasa ini story bener2 nyata .. hahaha ,,, sok teu q ya …